Berita

 Network

 Partner

Ribuan Buruh Pabrik di Gresik Divaksin

Ribuan Buruh Pabrik di Gresik Divaksin

Berita Baru, Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pengecekan pelaksanaan serbuan vaksinasi pekerja atau karyawan perusahaan PT Karunia Alam Segar (PT KAS) di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Sabtu (31/7). Sebanyak 7.500 karyawan perusahaan tersebut akan menerima vaksi dosis pertama Astra Zeneca.

Kunjungan orang nomor satu di Jawa Timur itu didampingi Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Kadis Provinsi Jatim Himawan Estu Bagijo, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, dan Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, beserta sejumlah rombongan.

Adapun proses vaksinasi berlangsung selama empat hari sejak tanggal 31 Juli hingga 3 Agustus 2021. Tahap pertama dimulai tanggal 31 Juli 2021 sebanyak 2.500 karyawan, kemudian tahap kedua pada 2 Agustus sebanyak 2 500 karyawan, dan tahap terakhir 3 Agustus 2021 sebanyak 2 500 karyawan.

Berita Terkait :  Karang Taruna Baktimulya Luncurkan Program SNI

Gubernur Khofifah mengatakan, perusahaan agar melakukan percepatan vaksinasi. Mengingat pemerintah telah menargetkan 70 persen dari seluruh penduduk Indonesia harus mendapatkan vaksin untuk mewujudkan herd immunity untuk penanganan penyebaran Covid-19.

“Vaksin sinopharm akan segera disalurkan, pemerintah yang difasilitasi oleh Dinsos serta instansi lainnya untuk bekerjasama,” ungkap Khofifah.

Dia pun meminta agar Bupati Gresik agar mempercepat vaksinasi vaksinasi buruh. Karena program ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan para pekerja/buruh, sehingga dapat bekerja dengan baik.

“Selamat kepada perusahaan yang sudah menyediakan percepatan vaksinasi,” tukas Khofifah.

Sementara itu, Plant Manager PT KAS Cahyana berharap, dengan adanya percepatan vaksinasi kepada karyawan perusahaan bisa meningkatkan hasil produksi untuk mewujudkan pekerja sehat dan produktif dalam pemulihan ekonomi nasional.

Berita Terkait :  Pencairan BOP Madin dan Pesantren Wilayah Tasikmalaya Diduga Dipersulit Oknum FKDT