Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Emily in Paris

Review Serial Drama “Emily in Paris”: Ketika Amerika Bertemu Prancis



Berita Baru, Film – Serial drama “Emily in Paris” langsung booming begitu muncul di Netflix. Tidak heran, drama ini menyuguhkan cerita dan latar yang memikat: Paris. Tiap episodenya pun cukup pendek, hanya 24 menit dan tayang dalam 10 episode. Sehingga tak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya dan menuntaskan rasa penasaranmu.

Emily in Paris” bermula ketika Emily Cooper (Lily Collins) dikirim oleh perusahaannya yang berbasis di Chicago, Gilbert Group, untuk bekerja di sebuah perusahaan agensi di Paris bernama Savoir.

Di sana, Emily menjabat posisi Marketing Executive dan bertugas memberi sudut pandang Amerika di Paris. Emily, mungkin sebagaimana kita semua, tentu saja dengan senang hati menerima kesempatan itu.

Tak semua sesuai rencana.

Begitu ia bekerja di Paris, ia putus cinta, tidak disukai oleh Sylvie (Philippine Leroy-Beaulieu), atasannya, dan kesulitan beradaptasi dalam lingkungan baru. Namun, Emily benar-benar gadis yang penuh semangat, ambisius, menyukai tantangan, dan pantang menyerah.

Energi positif itu ia kerahkan sedemikian rupa, sehingga Emily mampu menghadapi masalah demi masalah –meski tak jarang dialah yang mendatangkan masalah.

Emily in Paris
Lily Collins sebagai Emily, seorang pekerja kreatif yang datang ke Prancis tanpa mengenal Prancis (Netflix)

Putus dari pacarnya, Doug (Roe Hartrampf), Emily dekat dengan beberapa laki-laki, diantaranya seorang koki restoran Gabriel (Lucas Bravo), professor filsafat bernama Thomas (Julien Floreancig), dan pegawai perusahaan anggur yaitu Timothee (Victor Meutelet). Belum lagi Mathieu Cadault (Charles Martins), keponakan desainer beken di Prancis yang demen curi-curi pandang ke Emily.

Well, speaking of Paris, kota penuh cinta.

Di antara para pria itu, Emily memiliki perasaan istimewa pada Gabriel. Sayangnya, Gabriel telah berpacaran dengan Camille (Camille Razat), teman baru Emily di Paris yang super baik hati.

Selain Camille, Emily juga beruntung karena bertemu dengan Mindy Chen (Ashley Park) yang berasal dari Shanghai dan bekerja sebagai nanny dari keluarga kaya di Paris. Ia membantu Emily menyelami budaya Prancis yang tentunya beda banget dengan Amerika.

“Emily in Paris” tak hanya bicara soal perkenalan terhadap budaya Prancis, tapi juga mengisahkan aktivitas harian Emily dalam pekerjaannya di industri kreatif, tepatnya sebuah agensi papan atas. Ini menjadi poin lain yang menjadikan kisah Emily seru buat diikuti.

Emily in Paris: Ke Paris, Tanpa Mengenal Paris?

Setidaknya sejauh ini, “Emily in Paris” tergolong drama serial dengan visual yang cukup membius. Seolah, drama ini benar-benar ingin merangkum Paris dalam 10 episodenya. Rasanya seperti disesaki oleh ragam informasi mengenai Paris: kota dengan nuansa indah, nongkrong di kafe-kafe kece, minum wine kapan saja, melintasi jalan-jalan yang artistik, dan sebagainya.

Namun ada yang perlu dicatat dari drama ini: bagaimana bisa sebuah perusahana besar di Amerika mengirimkan karyawannya ke negeri yang memiliki budaya dan bahasa berbeda, tanpa diberi semacam, “pendadaran”?

Karena ujung dari masalah Emily mungkin di sini. Ia seratus persen Amerika, dan bangga dengan itu. Tidak masalah, hanya saja harusnya ia dibekali “kacamata” Prancis sehingga sedikitnya mengenal budaya orang Prancis.

Tapi, drama memang butuh konflik, kan?

Tak jarang, kelakuan Emily yang Amerika-banget itu membuat rekan kerjanya tidak nyaman. Bahkan satu dua kali ia disebut sebagai pengusik budaya Prancis.

Ketika Emily menanyai Sylvie kenapa ia tak menyukai dirinya, Sylvie dengan jelas menjawab, “Kau datang ke Paris, kau bahkan tak belajar bahasanya. Kau anggap kota ini taman hiburanmu, lalu usai setahun penuh makanan, seks, anggur, dan mungkin sedikit budaya, kau akan pulang ke tempat asal.”

Ouch.

Terlepas dari itu, “Emily in Paris” memberikan ending yang lumayan, membuat kita jadi penasaran dengan kelanjutan pekerjaan Emily di Savoir. Oh dan tentunya: bagaimana masa depan hubungan Emily dan Gabriel di kemudian hari.