Review Raya and the Last Dragon: Film Disney Terbaru dengan Sentuhan Asia

Raya and the Last Dragon _ sumber Walt Disney Animation Studios
Raya and the Last Dragon _ sumber Walt Disney Animation Studios

Berita Baru, Film – Butuh rekomendasi film akhir pekan? Kami sarankan kamu menonton film animasi terbaru Walt Disney Animation berjudul Raya and the Last Dragon yang dirilis pada Rabu (3/3) lalu. Bukan hanya karena Disney belum pernah mengecewakan penggemarnya, namun film satu ini menyuguhkan nuansa ke-Asia-an yang belum terpancar dalam film-film Disney sebelumnya.

Sinopsis Raya and the Last Dragon

Film ini berpusat pada karakter pandekar bernama Raya. Dikisahkan, pada masa dulu, masyarakat di Kumandra hidup damai bersama makhluk naga. Namun suatu saat, terjadi kejahatan yang mengancam kehidupan orang-orang Kumandra. Hal itu membuat naga-naga mengorbankan diri mereka demi menyelamatkan Kumandra.

Sampai 500 tahun kemudian, peristiwa jahat serupa terjadi kembali. Nasib Kumandra dalam bahaya akibat kehadiran Druun. Untuk itulah, Raya memulai perjalanannya untuk berjuang mencari naga terakhir demi mendamaikan dan mempersatukan Kumandra. Ia dibantu oleh kawannya, Tuk Tuk.

Bagaimana sulitnya perjalanan Raya? Apa yang terjadi setelah ia bertemu si naga?

Review Raya and the Last Dragon

Raya mendapatkan perhatian lebih karena film ini melibatkan riset di Indonesia dan menggandeng seniman Indonesia dalam pembuatannya. Kumandra merupakan sebuah tempat fiktif yang terinspirasi dari kultur Asia Tenggara seperti di Laos, Thailand, Indonesia, Filipina, Myanmar, Vietnam, dan Malaysia.

Dalam pembuatan film ini pun tim produksi bepergian ke semua negara tersebut, kecuali Myanmar, Brunei, dan Malaysia, demi melakukan riset mendalam dan menampilkan tradisi serta latar belakang Asia yang tepat. Tokoh budaya seperti Emiko Susilo dan Dewa Berata juga didapuk sebagai konsultan film khususnya terkait tari, upacara tradisional, dan musik gamelan Indonesia.

Sederet seniman Indonesia yang terlibat dalam proyek film ini antara lain Giselda Sastrawinata sebagai visual development artist yang bekerja sama dengan story artist, Luis Logam.

Raya digambarkan sebagai karakter perempuan tangguh dari Disney layaknya Moana, yang digambarkan tak melulu tenggelam dalam kisah cinta menyedihkan. Aksinya sangat layak untuk dinantikan.

Visualisasi karakter Raya juga dianggap representatif sebagai perempuan dari Asia Tenggara, dengan rambut hitam dan kulit berwarna sawo matang yang identik dengan karakter perempuan di sini.

Untuk film ini, tim produksi Raya and The Last Dragon menggandeng Kelly Marie Tran sebagai pengisi suara Raya, dan bintang Crazy Rich Asians Awkwafina sebagai pengisi suara Sisu, sin aga air.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini