Respon Pidato Jokowi, GP Ansor Jatim Usul Menag Fachrul Razi Diganti

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Syafiq Syauqi
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Syafiq Syauqi (Foto: Istimewa)

Berita Baru, Surabaya — Pada Kamis (18/6) lalu dalam sidang kabinet paripurna, Presiden Joko Widodo nampak tidak puas dengan kinerja Kementerian dan Lembaga Negara. Jokowi menilai para menteri masih bekerja seperti biasa dalam tiga bulan masa pandemi Covid-19.

Situasi yang krisis dan bahkan pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan terkontraksi hingga minus 6-7% tak membuat kinerja kementerian dan lembaga dibawahnya bergerak dengan cepat dan extraordinary.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” demikian Jokowi dengan nada tinggi di depan para menteri.

Merespon sikap presiden Jokowi Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Syafiq Syauqi menyebut, bahwa, apa yang disampaikan Jokowi adalah mewakili keprihatinan ratusan juta penduduk Indonesia.

“Kami memaklumi dan respect dengan kepekaan bapak presiden, bahwa memang banyak sekali kinerja Kementerian yang lambat dan tidak mengerti skala prioritas kebijakan. Sehingga masyarakat belum merasakan akslerasi program pemerintah,” jelas Syafiq Syauqi, dikutip dari Duta.co Senin (29/6).

Ia menyebutkan diantara yang patut dilakukan evaluasi dan bahkan direshuflle adalah Menteri Agama. Hal ini lebih karena Fachrul Razi dinilai tidak mempunyai akslerasi program penanganan dampak Covid-19 khususnya kepada pesantren dan madrasah.

Berita Terkait :  Link Live Streaming Telekonferensi Sidang Isbat Kemenag RI 2020

“Menag Fachrul Razi kami nilai tidak ada keberpihakan kepada pesantren dan madrasah dalam upaya bersama mencegah sebaran Covid-19 dan mengedukasi publik. bahkan secara gamblang membiarkan sama sekali pesantren tanpa ada pendampingan dalam menghadapi new normal,” tegasnya.

Untuk itu dirinya mewakili jutaan kader Gerakan Pemuda Ansor di Jawa Timur menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja Menteri Agama dan mendesak Presiden mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.

“Pertemuan kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo pada Kamis lalu adalah puncak kegelisahan para ulama dan kyai atas diamnya pemerintah pada nasib pesantren di era pandemik ini,” ungakapnya.

“Pesantren dibiarkan sendirian tanpa ada keberpihakan negara. Maka reshuffle menteri agama bukanlah aspirasi yang berlebihan,” jelasnya kader Ansor yang akrab disapa Gus Syafiq.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan