Berita

 Network

 Partner

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Merahnya Merah Perjuangan BMI
(Foto: Istimewa)

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Merahnya Merah Perjuangan BMI

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Merahnya Merah Perjuangan BMIOpini : Farkhan Evendi

(Ketua Umum Bintang Muda Indonesia)


Bagi BMI, Kesaktian Pancasila adalah ruh, oleh sebab itu tak cukup dimaknai dalam tataran ideologis-formal semata. Namun, harus diwujudkan dalam tingkah laku keseharian masyarakat. Menghayati Kesaktian Pancasila harus dengan aktualisasi dalam berbagai kegiatan kehidupan. atau lebih tegasnya lagi selama ini adalah “Merahnya Merah” Perjuangan BMI.

BMI menilai Ruh dan nilai Pancasila wajib ditanamkan sedalam dalamnya di dalam dada seluruh masyarakat indonesia tanpa kecuali,  sehingga perilaku sikap peduli pada sesamanya dan menciptakan kesejahteraan yang adil dan merata. Sehingga komitmen keberketuhanan, kemanusiaan dan kesejanteraan sebagai mantra Pancasila berjalan sesuai makna sesuangguhnya.

Kehadiran BMI bagi nilai-nilai Pancasila semakin kuat dalam aspek politik dengan mendukung Partai yang menjadikan Pancasila sebagai falsafah dan tindakan nyata, BMI tak setuju dengan ide PDIP yang mau mengubah Pancasila menjadi ekasila, Trisila, atau lainnya.

Berita Terkait :  Rasa Takut (Khauf), Pengharapan (Roja') dan Virus Corona

Partai Demokrat telah menjadi partai yang kokoh pada nilai nilai Pancasila dan begitu pula nilai nilai Pancasila telah kokoh tertanam dalam dada segenap kader BMI Dengan nafas nasionalis-religius, menjaga demokrasi, memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan dengan mendorong penegakan hukum adil dan seterusnya.

Pancasila bukanlah menjadi musik atau slogan yang dipesan hanya ketika pemilu atau ketika melawan musuh pemerintah, Pancasila harusnya bukanlah kamuflase untuk membuat bangsa ini tak berdaya dengan menjadikan pancasila sebagai bungkus tapi di aspek aplikasi malah yang terjadi adalah megakorupsi diaspek politik, sosial, budaya, HAM, ekonomi, lingkungan dan seterusnya.

Lalu kini ruh Pancasila ada dimana? tentu saja akan telak dikampanyekan oleh PDIP bahwa merekalah partai paling nasionalis, kita biarkan saja, tapi kita akan terus menyapa rakyat, biarlah mereka sendiri yang akan menilai dan melihat dengan tatapan batinnya mana partai yang paling pancasilais dan mana partai yang menjadikan slogan pancasila sebagai biang kebohongan.

Berita Terkait :  Krisis Ekologi dan Retorika Sumir 'Pembangunan Berkelanjutan'

Kebohongan dalam berpancasila adalah lawan utama dari para pejuang pancasila.

Kebohongan dalam berpancasila sejatinya merupakan kebohongan pada diri mereka yang mengaku hidup sebagai penerus ideologi pancasila dan penerus ideologi Soekarno yang paling sah.

Di Partai Demokrat, orang-orang yang melakukan kebohongan dalam berpancasila akan terlempar dengan sendirinya. Mereka jangankan mengkudeta Pancasila di Demokrat, menampakkan dirinya kembali setelah terlempar dari Demokrat pun tak akan mendapat hati yang nyaman di tengah rakyat. Tempat mereka yang pantas dan nyaman adalah partai yang mau mengubah pancasila jadi ekasila atau trisila.

Bagi Kader BMI dan Demokrat, memperjuangkan nilai – nilai Pancasila adalah perjuangan membumikan nilai adiluhung dengan segenap jiwa raga, kerasnya keras, merahnya merah. Agar terbit damai bumi gemah ripah lohjinawi.

Berita Terkait :  PBNU Tegaskan Tidak Ada Pertentangan Pancasila dan Islam

(Randudongkal juni 2021)