Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Refleksi 19 Tahun Partai Demokrat Bersama Rakyat
Foto: Tandaseru

Refleksi 19 Tahun Partai Demokrat Bersama Rakyat



Refleksi 19 Tahun Partai Demokrat Bersama Rakyat

Farkhan Evendi

(Ketua Umum Bintang Muda Indonesia)


“Partai Demokrat terus berupaya mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia untuk mencapai masyarakat yang beradab dan sejahtera, baik sejahtera secara sosial maupun ekonomi.”

Tepat pada tanggal 9 September 2020 Partai Demokrat berumur 19 tahun. Umur yang tidak lagi muda bagi partai yang pernah mengantarkan Jenderal TNI (HOR.) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC menjadi Presiden Repupublik Indonesia ke-6.

Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa Presiden SBY ini resmi menjabat sebagai Presiden sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. Partai Demokrat, sejak kjelahirannya, memposisikan diri sebagai partai moderat yang hendak merangkul seluruh elemen masyarakat Indonesia. Melalui ideologi Nasionalis-Religius, Partai Demokrat memiliki cita-cita dan semangat kebangsaan lahirnya masyarakat dan manusia Indonesia yang relegius dan beretika, sekaligus mencintai bangsa dan negaranya.

Partai Demokrat terus berupaya mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia untuk mencapai masyarakat yang beradab dan sejahtera, baik sejahtera secara sosial maupun ekonomi. Dengan menjunjung tinggi semangat Nasionalisme, Humanisme dan Pluralisme, Partai Demokrat terus berupaya meningkatkan kebermanfaatannya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Memastikan aspirasi dan partisipasi rakyat dalam proses politik di Indonesia dapat terakomodir dengan baik, shingga dengan begitu mampu menguatkan dan memberdayakan civil society yang diimbangi dengan menguatnya peran negara dalam menjalankan fungsi, tugas dan kewajibannya.

Refleksi 19 Tahun Partai Demokrat Bersama Rakyat

“Harapan Rakyat Perjuanagan Demokrat” adalah jargon Partai Demokrat di bawah kepemimpinan tokoh muda bernama Mayor Inf. Purn. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A yang akrab disapa AHY. Ia sebagai Ketua Umum sejak 15 Maret 2020, dalam visi dan misinya, AHY berharap bisa membawa Partai Demokrat menjadi partai yang cerdas (smart party) dan modern namun tetap mengakar pada jati diri bangsa Indonesia.

Sebagai pemimpin partai, kepantasan sosok AHY memang sudah tidak diragukan lagi. Namun demikian, adaptasi partai politik terhadap perkembangan zaman tidak hanya bertumpu pada aspek pergantian kepemimpinan saja, tetapi juga pada aspek kelembagaan partai itu sendiri. Maka belajar dari perjalanan panjang selama ini, Partai Demokrat sudah seharusnya selalu melakukan refleksi atas kinerja serta kontribusinya terhadap demokrasi khususnya perbaikan bangsa dan negara selama ini, dengan tujuan tetap menjadi partai yang selalu dicintai oleh kader-kader dan rakyat Indonesia.

Lanjutkan Perjuangan, Menangkan Hati Rakyat

Partai Politik adalah lembaga yang paling bertanggung jawab atas perjalanan demokrasi, baik secara prosedural maupun subtansial. Atas dasar itu, kinerja partai politik dalam menjalankan programnya haruslah didasarkan atas upaya penguatan dan konsolidasi demokrasi.

Tanggung jawab ini tentu bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, bukan hanya bagi Partai Demokrat tetapi juga partai-partai lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh masalah yang dialami partai politik dari sisi kelembagaan. Dalam konteks ini, salah satunya adalah terkait rekrutmen dan kaderisasi partai politik.

Kaderisasi partai politik sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius, karena ini berkaitan dengan sumberdaya utama (resources) sebuah organisasi termasuk partai politik yaitu kader. Kader memiliki peran yang signifikan dalam perjalanan partai politik, para kader berperan menggalang dukungan dan menjadi juru bicara untuk menyuarakan dan menyebarluaskan platform serta program partai kepada masyarakat.

Selain daripada itu, pentingnya kaderisasi juga berkaitan dengan kepentingan partai untuk dapat melahirkan calon-calon pemimpin baik di internal partai maupun yang diorientasikan untuk maju menjadi penjabat publik mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. Untuk itu, mengukur kelembagaan partai agar bisa dikatakan baik atau tidak bisa dilihat dari sejauh mana kemampuan partai tersebut menyelenggarakan sistem rekrutmen dan kaderisasinya.

Dalam sistem rekrutmen itu sendiri, setidaknya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan; pertama pola seleksi, kedua penjenjangan, dan yang ketiga proses pendidikan bagi para kader itu sendiri. Untuk itu, apa yang telah disampaikan AHY dan dituangkan dalam visi-misinya menjadi penting diperhatikan oleh para kader dan pengurus Partai; bahwa kaderisasi adalah bagian penting mendorong Partai Demokrat menjadi partai yang cerdas (smart party).

Jika kita menggunakan kategorisasi umur manusia, untuk melihat keberadaan umur Partai Demokrat yang sudah memasuki 19 tahun, maka, Partai ini sudah bisa dikatagorikan partai yang dewasa, secara otamatis sudah harus bisa berfikir lebih objektif dan sudah bisa berbuat lebih produktif. 19 tahun perjalannya, Partai Demokrat pernah menjadi Partai pemenang no.1 di Senayan, selain mengantarkan Pak SBY sebagai Presiden dua kali berturut-turut.

Pahit manis perjalanan politik Partai Demokrat sudah dan sedang dilalui. Di usianya ini harapan terbesarnya adalah bisa mendistribusikan kader-kader terbaik yang siap selalu melayani rakyat dan bisa menjadi penyambung aspirasi rakyat, karena inti politik yang dijalankan oleh Partai Demokrat bisa memberi kemanfaatan serta berpihak pada rakyat Indonesia.

Bertambahnya umur juga harusnya bisa memacu Partai untuk lebih berbenah dalam segi kemandirian, meskipun Partai Demokrat hari ini bisa dikatakan partai di luar pemerintah atau lebih dikenal oposisi, tapi untuk urusan melayani rakyat, Partai Demokrat selalu berusaha untuk hadir di garda paling depan. Seperti yang terjadi saat ini, di saat semua negara di dunia mengalami gelombang badai yang sama, yaitu pandemi Covid-19, Partai Demokrat menginstruksikan kepada seluruh pengurus pusat sampai daerah untuk turun tangan menangani pencegahan penyebaran Covid-19 dan menyalurkan bantuan baik berupa bahan pokok, alat kesehatan, masker, dll.

Di tengah proses pendewasaan dan kemandirian, Partai Demokrat harus selalu berkomitmen dan bertanggung jawab untuk mengedepankan kepentingan publik (masyarakat luas), baik dalam situasi sedang di luar kekuasaan maupun sedang berkuasa. Karena tidak boleh kita ingkari bahwa suara publik sudah dititipkan kepada Partai.

Namun perjuangan Partai Demokrat tidak hanya sebatas mengawal hak suara rakyat, tetapi Partai juga harus mengawal penuh kepentingan dan kebutuhan rakyat Indonesia. Partai, termaksuk kita sebagai kader, perlu memandang penting atas aspirasi rakyat yang disampaikan perwakilan Partai Demokrat di legislatif dan eksekutif, agar amanah dan kepentingan rakyat bisa dilaksanakan dan tidak berhenti hanya sebatas slogan!

Kerja-kerja Partai Demokrat, ke depan, harus bisa lebih maksimal lagi merebut hati rakyat, melalui pendampingan, pemberdayaan serta pengadvokasian yang nyata. Karena harapan mereka (rakyat) adalah perjuangan demokrat.

Penting lagi tentang menjalankan kaderisasi yang sebenarnya menajadi salah satu motor organisasi (partai) dan penataan ulang organisasi agar tercapai organisasi partai politik yang sehat dan kuat. Ketika kaderisasi partai berjalan baik, tentu ada waktunya Partai Demokrat menuai kader-kader partai yang mumpuni, yang cerdas, santun dan peduli.

Bisa dibayangkan jika kader-kader dengan kapasitas seperti di atas tersebar keseluruh Indonesia mewakili aspirasi masyarakat, maka, bukan hanya Partai Demokrat yang menang, tetapi juga Indonesia. Tabik.