Rayakan Hari Kartini dengan 6 Film Indonesia Bertema Perempuan Ini

-

Berita Baru, Film – Tanggal 21 April, hari ketika Indonesia memperingati lahirnya perempuan pengusung emansipasi wanita, R.A. Kartini. Untuk menguatkan semangat pemberdayaan yang diusung beliau, yuk simak kembali 6 film Indonesia bertema perempuan berikut ini. Ssst, mana nih yang belum kamu tonton?

27 Steps of May (2019)

May (Raihaanun), mengalami trauma hebat pasca pemerkosaan yang ia alami ketika masih remaja di masa kerusuhan Mei 1998. Ia keluar dari lingkar pergaulan dan mendekam di rumah. Makan, tidur, bekerja, semua dilakukan di rumah. Ia hanya bertemu ayahnya (Lukman Sardi), yang dihantui rasa bersalah karena tak mampu menjaga putrinya.

Film yang disutradarai Ravi Bharwani ini mengajak kita melihat lebih dekat dampak-dampak pelecehan seksual dan bagaimana korban bernegosiasi dengan pengalamannya itu. Film 27 Steps of May ini tayang premiere di Plaza Indonesia Film Festival (2019), dan diputar pula di Bengaluru International Film Festival (Biffes), Cambodia International Film Festival (CIFF), dan Mar Sharm El Sheikh Asian Film Festival (SAFF).

Kartini (2017)

Film drama sejarah ini memotret perjuangan yang dilakukan Kartini untuk mengagungkan martabat perempuan dalam kasta sosial di masa kolonialisme. Kartini adalah satu icon penting dalam sejarah perempuan Indonesia yang melawan subordinasi terhadap perempuan terutama di lingkungan Jawa.

Film biografi ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diperankan aktris papan atas Indonesia seperti Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, Christine Hakim, dan lain-lain. Tentunya, ini film yang pas banget ditonton kembali tanggal 21 April besok!

Berbagi Suami (2006)

Masih ingat dong dengan film klasik Berbagi Suami? Film yang diperankan oleh Shanty, Jajang C. Noer, Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, dan Ira Maya Sopha ini menceritakan tiga kisah perempuan yang berbeda, namun terpaut dalam satu keterhubungan.

Yang menonjol dari kisah-kisah itu adalah terjadinya poligami yang cenderung merugikan bagi perempuan. Disusun dengan serius, film karya Nia Dinata ini dilakukan berdasar sebuah riset. Saking kerennya, Berbagi Suami memenangkan Film Berbahasa Asing Terbaik di Hawaii Film Festival 2007, serta mewakili Indonesia dalam ajang Piala Oscar 2006 untuk Film Berbahasa Asing Terbaik.

Perempuan Berkalung Sorban (2009)

Anissa (Revalina S. Temat) lahir di tengah lingkungan pesantren yang konservatif. Sepanjang hidup, ia diajarkan untuk tunduk pada laki-laki, pada pesantren. Di titik tertentu, itulah yang justru membuat Anissa mendobrak kultur pesantren. Ia tumbuh sebagai seorang pembelajar yang bertekad mencerdaskan perempuan pesantren.

Namun, ia tahu, dirinya berbeda. Ia jatuh cinta pada pamannya, Khudori (Oka Antara), namun dinikahkan menikah dengan Samsudin (Reza Rahadian). Celakanya, Samsudin adalah pria bejat. Setelah pernikahannya yang kacau itu, Anissa akhirnya berhasil bersatu dengan Khudori.

Film karya Hanung Bramantyo tersebut berhasil keluar sebagai pemenang Piala Citra 2009, Indonesian Movie Awards 2009, serta menyabet beragam nominasi di Festival Film Bandung 2009.

Sokola Rimba (2013)

Film semi biografi karya Riri Riza ini menceritakan sosok Butet Manurung dan upayanya menjadi guru bagi anak-anak Orang Rimba di daerah Jambi. Perjalanannya mengajarkan ilmu-ilmu baru bagi anak-anak Suku Dalam mampu memberikan kehangatan, keharuan, dan kekaguman di hati penonton.

Film yang diperankan aktris Prisia Nasution dan Nyungsang Bungo ini meraih predikat Film Terbaik di Piala Maya 2013. Di ajang Indonesian Movie Awards 2014, Sokola Rimba memenangkan Pemeran Utama Wanita Terfavorit dan menjadi nominasi Pemeran Anak Terbaik. Dijamin, ini film inspiratif yang fardhu ‘ain hukumnya buat ditonton.

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Mana bisa kita melewatkan film satu ini dari daftar film terbaik bertemakan perempuan di Indonesia. Semangat kekuatan perempuan terpancar dari film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak.

Di bawah arahan sutradara Mouly Surya, film ini mengisahkan perjalanan seorang janda bernama Marlina (Marsha Timothy) yang dianiaya sekelompok perampok. Ia tak diam saja. Marlina memberontak dan melawan hingga terjadi bentrokan antara dirinya dan Markus (Egy Fedly), bos si perampok.

Soal prestasi di ajang penghargaan, sudahlah, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak masuk nominasi di enam ajang penghargaan internasional dan menjadi juara pada tiga diantaranya. Selain itu, film ini juga menyabet banyak piala dari ajang Piala Maya dan Piala Citra. Nggak ada alasan, terang saja, untuk melewatkan film ini.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments