Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Rawat Warisan Sejarah, Naskah Manuskrip Kuno di Gresik Mulai Ditata

Rawat Warisan Sejarah, Naskah Manuskrip Kuno di Gresik Mulai Ditata



Berita Baru, Gresik – Naskah manuskrip kuno peninggalan sejarah Kabupaten Gresik di masa lampau mulai dilakukan penataan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) bertajuk “Penyelamatan, Pelestarian dan Pemanfaatan Naskah Kuno di Kabupaten Gresik” di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memberikan berbagai masukan kepada para budayawan, ahli sejarah dan pemerhati naskah manuskrip kuno yang hadir pada forum diskusi ini.

“Kita diskusikan bagaimana cara kita menggali, merawat warisan budaya yang kita kategorikan naskah kuno yang merupakan harta karun dan harus kita jaga kelestariannya untuk masa depan anak-anak kita,” kata Bupati Gus Yani.

Kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Bupati menekankan tentang pentingnya kearsipan. Jangan sampai naskah kuno yang merupakan harta tak ternilai dan sebagai arsip penting untuk masa depan menjadi barang rongsokan.

“Jangan sampai arsip penting tapi ditaruh di pojok gudang bersama barang rongsokan lain sedangkan gudangnya bocor. Tolong pihak komunitas pemerhati dan dinas kearsipan dan perpustakaan bisa menyelamatkan hal ini,” pinta Bupati Gus Yani.

Gus Yani pun mengusulkan agar diskusi penting semacam ini bisa diselenggarakan di Ruang yang bersejarah, misal di komplek makam Leran, Komplek Giri Kedaton dan tempat-tempat bersejarah yang lain.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap kegiatan ini akan membuka kebaikan Gresik masa lalu untuk pembelajaran pada generasi di masa depan.

“Selama ini kalau kita ingin mengetahui sejarah, justru kita mendapatkan data arsip dari luar negeri. Pemerintah Belanda, Inggris dan Jerman yang menyimpan naskah-naskah kuno Kita,” tutur Wabup Bu Min.

Lebih lanjut, Wabup Bu Min mencontohkan, pihaknya telah melakukan penyelamatan naskah manuskrip kuno di Pondok Pesantren Qomarudin Bungah.

“Kami dibantu teman teman dari Jakarta sudah melaksanakan digitalisasi naskah kuno yang ada di Pondok Pesantren Qomaruddin,” papar Wabup yang juga sebagai salah satu pemangku PP Qomaruddin Bungah Gresik.

Menanggapi usulan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gresik Siti Jaiyaroh menyatakan, kegiatan ini untuk mensukseskan program Nawa Karsa Bupati Gresik, yaitu Gresik Lestari.

“Kegiatan ini merupakan tahap awal yang merupakan upaya kami untuk melestarikan naskah kuno tentang keagamaan, kebudayaan dan social yang tercecer di masyarakat,” tandas dia.

Ia tidak menampik bahwa saat ini banyak sekali naskah kuno yang masih berceceran di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya mengundang beberapa tokoh untuk berdialog dan selanjutnya membentuk tim pengumpulan naskah manuskrip kuno.

“Banyak sekali naskah kuno yang berada dan tercecer di masyarakat. Bahkan mereka beranggapan, bahwa naskah kuno tinggalan masa lalu itu dianggap sebagai jimat. Untuk itu kami saat ini mengumpulkan para tokoh masyarakat yang selama ini menggeluti sejarah masa lalu dan naskah kuno Gresik,” jelasnya.

Selain Bupati dan Wakil Bupati Gresik serta tokoh pemerhati sejarah dan naskah manuskrip kuno, kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad dan anggota DPRD Gresik yang lain Mujib Riduan.