Berita

 Network

 Partner

Rambah Pasar Mancanegara, Mangga Petani Gresik Diekspor ke Singapura

Rambah Pasar Mancanegara, Mangga Petani Gresik Diekspor ke Singapura

Berita Baru, Gresik – Komoditas buah-buahan jenis mangga hasil panen petani di Kabupaten Gresik terus merambah ekonomi pasar mancanegara. Terbukti kali ini, para petani di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Gresik kembali akan mengekspor hasil panen 300 kilogram mangga jenis harum manis ke Singapura.

Prosesi pelepasan ekspor dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Bea Cukai Gresik, Kepala Dinas Pertanian (Dispentan) Gresik Eko Anindito, dan Anggota Komisi II DPRD Gresik Dapil (Manyar-Bungah-Sidayu) Muhammad Syahrul Munir di Balai Desa setempat.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto mengatakan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi penyangga dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“UMKM ini menjadi sokongan pertama saat pandemi Covid-19 ini, dan ini merupakan ekspor ke-13 dari beberapa UMKM di Gresik,” katanya, Kamis (26/8). 

Berita Terkait :  Buntut Polemik Dugaan Alih Fungsi Lahan, Forkot Gresik Laporkan Pengembang Dakota City ke Ranah Hukum

Bier menegaskan, kenapa harus turun ke Desa, ini sebagai tiga tambahan bukan masalah ekspor, impor dan rokok saja. 

“Pasarnya UMKM hanya berputar disini, dan kita melakukan pasar luar negeri melalui Klinik Ekspor. Dan alhamdulillah diterima,” ujarnya. 

Kedepan, pihaknya akan memfasilitasi pelaku UMKM sampai kepada buyer atau pembeli. 

“Harapannya, nanti langsung komunikasi dengan buyer, nanti kita fasilitasi,” imbuhnya. 

Sementara Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir sangat mengapresiasi para pelaku UMKM yang terus berupaya sehingga produk panen mereka bisa tembus pasar internasional. 

“Dengan ekspor ini semoga bisa mensejahterakan petani dan pelaku umkm mangga,” harapnya. 

Di tempat yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi para pelaku UMKM dan pihak bea cukai yang melihat desa, baik umkm pengajian atau pengelolaan makanan. 

Berita Terkait :  Tanpa Syarat Domisili, Gubernur Khofifah Sebut Vaksinasi Covid-19 di Gresik Bisa Jadi Percontohan

“Kita dorong dan ajak seluruh umkm di tengah pandemi. Harus berani mencoba ke pasar internasional. Dengan konsep Bela, Beli, Bagi (B3),” jelas Yani. 

Selain itu, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan, UMKM merupakan nilai ekonomi kerakyatan. Pihaknya akan terus mendukung dan kolaborasi bersama dinas terkait, Dinas Pertanian, dan Dinas Koperasi, Perindistrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik. 

“Masuk internasional harus produk yang unggul. Baik umkm maupun pertanian. Sukses selalu umkm,” terang Yani. 

Kedepan, Gus Yani menyebut pasar Internasional mangga juga akan dilirik oleh negara Cina. 

Pelaku usaha umkm mangga Desa Gedangan Nasatain sangat berterima kasih kepada pihak bea cukai, Dprd Gresik, dan pemerintah Kabupaten Gresik. 

Berita Terkait :  'Gak Goyang Gak Mangan', Ratusan Pekerja Seni di Gresik Tuntut Ijin Keramaian Kembali Dibuka

“Alhamdulillah, tinggal butuh bantuan modal saja,” ujarnya. 

Diketahui, harga per Kilo mangga yang diekspor 5 Dolar Singapura, atau setara Rp 50 ribu dan dipotong biaya pengiriman Rp 15 ribu perkilo. 

“Kami hanya memfasilitasi pengiriman dengan pesawat, besok sudah dikirim dan sampai di Singapura,” ucap Manager ATT Cargo Suwito yang Memfasilitasi pengiriman mangga ekspor. 

Acara ini juga kolaborasi dari Gading Emas Naik Kelas (GENK) dan dihadiri oleh Kepala Diskoperindag Agus Budiono, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro serta Muspika Kecamatan Sidayu.