Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ramadan ketiga: dari #TanggaRuhani al-Sima' hingga al-I'tisham

Ramadan ketiga: dari #TanggaRuhani al-Sima’ hingga al-I’tisham



Berita Baru, Ramadan – Hari ketiga puasa, Oman Fathurahman kembali dengan utas sufistiknya. Kali ini, Oman sudah sampai pada #TanggaRuhani kedelapan, yakni al-Sima’ (mendengarkan).

Menurut Oman, aktivitas mendengarkan adalah kunci untuk mendapatkan kebenaran, khususnya dalam konteks hari ini yang kebanyakan orang lebih suka bicara.

“Mau mendengar adalah salah satu ciri sikap seseorang yang mengetahui, memahami, dan mau memenuhi ajakan kebenaran,” kata Oman melalui pernyataan tertulis pada Kamis (15/4).

Dengan ungkapan lain, ketika mau mendengarkan, kita berkemungkinan untuk mendapatkan lebih pengetahuan atau ilmu ketimbang kita bicara. Pengetahuan, betapa pun masuk dalam diri kita jika tidak lewat mata (membaca) maka melalui telinga (mendengar).

Selanjutnya, #TanggaRuhani kesembilan adalah al-Riyadlah (latihan), yaitu upaya melatih jiwa agar mampu menangkap dan menerima kebenaran sekaligus keberanian untuk menjadikannya, kebenaran, sebagai imam.

Dalam praktiknya, Oman menjelaskan, al-Riyadlah mengandaikan kita untuk berakhlak dengan ilmu dan membersihkan aktivitas keseharian dengan ketulusan. Sebab hanya dengan begitulah kita bisa menjadi apa yang Tuhan harapkan. “Kita memang harus berusaha untuk senantiasa menunaikan hak Allah,” ungkapnya.

Masih di hari yang sama, Oman juga bicara tentang #TanggaRuhani kesepuluh. Tangga ini merupakan akhir dari bagian permulaan (al-bidayah) dari Kitab Tanbih al-Masyi gubahan Syekh Abdurrauf al-Sinkili.

Adalah al-I’tisham (berpegang teguh), yaitu betapa penting kita untuk memiliki prinsip bahwa poros dari segala yang kita lakukan adalah Tuhan (al-Haq) dan lantas sekuat mungkin berpegang padanya.

Ini mendasar sebab hanya dengan begitulah kita bisa menjaga diri kita sendiri dari tindakan-tindakan yang kontra-produktif, apalagi membahayakan (al-makruhat) yang Tuhan membencinya.