Ramadan Kedua: dari #TanggaRuhani Tafakkur hingga al-Firar

-

Berita Baru, Ramadan – Pada puasa kedua, utas ngaji Oman Fathurahman sampai di #TanggaRuhani kelima dari Kitab Tanbih al-Masyi Abdurrauf al-Sinkili, yakni tafakkur.

Menurut Oman, tafakkur bisa kita pahami sebagai upaya batin untuk mencapai titik pengetahuan tentang hakikat. Ada tiga (3) hakikat paling tidak, yakni hakikat ke-Tuhan-an, ciptaan, dan hakikat di balik setiap tindakan kita.

Dengan ini paling tidak kita bisa lebih sadar tentang apa yang kita lakukan. Sebab kita tahu siapa diri kita dan apa yang sedang terjadi pada kita, termasuk betapa pentingnya kita guna memiliki alasan yang kuat sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Di level tertentu, lanjut Oman, tafakkur bisa membimbing seseorang untuk sampai pada pengenalan terhadap bentuk kebaikan, apa pun itu, yang ketika sudah mendapatkannya, maka ia penting untuk selalu menjaganya baik dalam ingatan ataupun tindakan dan proses penjagaan ini tidak lain adalah #TanggaRuhani keenam: al-tadzakkur.

“Dan sebab ini, tadzakkur selalu berada di atas tafakkur. Tafakkur itu proses penemuan dan tadzakkur penjagaan,” kata Oman melalui pernyataan tertulis pada Rabu (14/4).

Adapun #TanggaRuhani selanjutnya, ketujuh, adalah al-firar atau lari. Oman memahami ini sebagai upaya untuk beralih dari tindakan yang tidak efektif ke perilaku produktif, dari kebodohan ke ilmu, dan dari malas ke rajin.

Yang jelas, melalui al-firar kita diandaikan untuk lebih tergoda pada hal-hal yang mendekatkan pada Tuhan, bukan malah melahirkan jarak dengan Tuhan. “Tuhan di sini boleh juga kita pahami sebagai kebenaran,” ungkapnya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments