Berita

 Network

 Partner

Raksasa Chip China Siapkan $8,87 Miliar untuk Pabrik Baru di Shanghai, Kenapa?
Logo Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) terlihat di China International Semiconductor Expo (IC China 2020) di Shanghai, China 14 Oktober 2020. REUTERS/Aly Song

Raksasa Chip China Siapkan $8,87 Miliar untuk Pabrik Baru di Shanghai, Kenapa?

Berita Baru, Beijing – Di tengah kekurangan pasokan chip global, Semiconductor Manufacturing International Corp China (SMIC) akan menginvestasikan $8,87 miliar untuk membangun pabrik chip di Shanghai, Jumat (3/9).

Ekspansi yang dilakukan pembuat chip terbesar di China mucul saat kurangnya pasokan chip yang mengguncang industri otomotif dan elektronik.

Situasi itu juga yang memacu rencana peningkatan kapasitas chip baru oleh perusahaan seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp Ltd (TMSC) dan GlobalFoundries.

SMIC mengatakan setuju untuk membangun jalur produksi dengan kapasitas bulanan 100.000 wafer 12-inci di Zona Perdagangan Bebas Lingang (FTZ) di distrik Pudong, pusat bisnis China.

Rencananya akan fokus pada pembuatan sirkuit terpadu dan layanan teknologi pada node proses untuk 28-nanometer ke atas, didukung oleh perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki oleh SMIC.

Berita Terkait :  Perdana Menteri Lebanon Minta Negara-negara Sahabat Mengirim Bantuan

Mitra usaha patungan SMIC itu adalah Lingang FTZ, dan perusahaan mengatakan akan mencari investor lain di perusahaan dengan modal terdaftar sebesar $5,5 miliar.

Perusahaan lain yang memiliki pabrik di zona tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co Ltd dan Tesla (TSLA.O).

SMIC sebagian didukung oleh dana chip yang berafiliasi dengan pemerintah negara China.

Dalam dekade terakhir, pemerintah telah menggelontorkan miliaran dari dana tersebut untuk membantu perusahaan chip domestik mengejar saingan global di Jepang, Korea dan Amerika Serikat.

Peluncuran pabrik baru SMIC mengikuti rencana ekspansi serupa dalam beberapa bulan terakhir untuk pabrik baru di Shenzhen dan Beijing.

Perusahaan SMIC juga masuk dalam daftar hitam pemerintah AS lantaran diduga memata-matai pengguna untuk kepentingan China, namun pihak SMIC menyangkal tuduhan tersebut.

Berita Terkait :  Jerman Dialog dengan China Mengenai UU Keamanan Nasional, Komunitas Uighur dan ‘Ancaman’ terhadap Ceko

Sejak saat itu, SMIC mulai mengalami kemunduran dalam bersaing di pasar pembuat chip kelas atas. Namun, kinerja keuangan perusahaan yang kuat telah mendorong permintaan.