PWI Kaltim Desak Kapolri Usut Tuntas Penembakan Wartawan

-

Berita Baru, Kalimantan Timur – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur mengecam penembakan wartawan Sumatera Utara bernama Mara Salem Harahap. PWI Kaltim juga mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas kasus tersebut.

Dilansir dari Antara, Ketua PWI Kaltim, Endro S Efendi, bersama Ketua Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Intoniswan, berharap kasus kekerasan terhadap wartawan, apalagi sampai menghilangkan nyawa, tidak terjadi lagi.

“Sangat miris mendapatkan informasi seperti ini. Ketika masyarakat pers sedang semangat untuk meningkatkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab, masih ada saja oknum yang main hakim sendiri,” kata Effendi, Sabtu (19/6).

Sebelumnya Harahap sempat divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Simalungun Sumatera Utara karena dianggap melakukan pencemaran nama baik atas pemberitaan berjudul: Proyek Korupsi di RSUD Perdagangan Rp 9,1 Miliar Diduga Melibatkan Bupati Simalungun Saragih dan Oknum Anggota DPRD Simalungun Elias Barus.

Namun, penembakan yang terjadi belum bisa dipastikan berkaitan atau tidak dengan pemberitaan yang disiarkan Harahap sebelumnya. Karena itu, Efendi berharap aparat penegak hukum benar-benar serius dan transparan dalam mengungkap kasus ini.

Berita Terkait :  Gus Yusuf: Untuk Pilkada Magelang dan Kendal, PKB Jateng Nunggu Rekomendasi
Berita Terkait :  AS Perketat Aturan Visa Jurnalis Asal China

Dari sisi Indeks Kemerdekaan Pers, menurut Efendi, situasi di Sumut perlu mendapat perhatian serius karena posisinya berada di peringkat 26.

“Padahal, 2020 lalu, peringkat IKP Sumatera Utara sempat berada di posisi 16. Bahkan, peringkat IKP Sumatera Utara berada di posisi 32, dari 34 provinsi yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Melihat indeks tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa kemerdekaan pers di provinsi Sumut memang mengkhawatirkan sebab masih ada oknum tertentu yang diduga melakukan kekerasan atau menghalangi kerja pers dalam mencari informasi.

“Kasus pers harus dituntaskan melalui jalur Undang-Undang Pers. Tidak ada berita seharga nyawa. Aparat keamanan harus mengusut tuntas pelakunya. Yang paling penting, otak pelakunya juga harus diungkap,” tegas Ketua Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Intoniswan.

Berita Terkait :  Gas Elpiji 3 Kg di Palangka Raya Mencapai Rp35 Ribu
Berita Terkait :  Jelang Hari Raya Idulfitri, Polres Loteng Gelar Rakor Lintas Sektoral

Intoniswan menuturkan, atas nama PWI Kalimantan Timur ia menyampaikan dukacita yang mendalam atas kejadian ini. Harapannya, keluarga wartawan yang menjadi korban tetap tabah dan bersabar atas musibah ini.

Diketahui, Harahap atau akrab disapa Marsal, meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal pada hari Sabtu dini hari (19/6). Luka tembak ditemukan di paha sebelah kiri korban.

Humas RS Vita Insani Pematangsiantar, Sutrisno Dalimunthe, mengatakan, Harahap dibawa ke RS Vita Insani sekira pukul 01.00 WIB, dalam keadaan sudah meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU