Pupusnya Harapan Elizabeth Warren Menjadi Kandidat Presiden AS
Berita Baru, Internasional – Menurut hasil awal, selama prapemilihan Super Tuesday, Elizabeth Warren mendapatkan dukungan sekitar 50 delegasi. Setidaknya, untuk bisa mengamankan diri menjadi seorang calon presiden dari Partai Demokrat, seseorang perlu mendapatkan setidaknya 1.991 delegasi.
Karena itu, menurut New York Times mengutip sumber yang dekat dengan permasalan ini, Elizabeth Warren selaku Senator AS dari Massachusetts mengundurkan diri dari perebutan pencalonan presiden dari Partai Demokrat. Secara pasti, ia belum mengkonfirmasi akhir dari kampanyenya. Namun, sumber mengatakan bahwa ia, yang kini sudah berusia 70 tahun, akan mengumumkan pengunduran dirinya dalam waktu dekat.
Berita itu muncul setelah prapemilihan Super Tuesday di AS. Pada prapemilihan itu, Warren tidak berhasil mengamankan kemenangan di negara bagian mana pun. Bahkan di negara bagian asalnya, Massachusetts, sang senator hanya berada di posisi ketiga, di bawah Biden dan Sanders.
Menurut perhitungan sementara, sejauh ini Warren telah menerima dukungan sekitar 66 delegasi.
Pada hari Rabu kemarin (4/2), calon presiden dari Partai Demokrat lainnya, yakni Michael Bloomberg selaku mantan Walikota New York, mengakhiri upaya pencalonannya setelah mendapatkan kekalahan telak dari perolehan suara prapemilihan Super Tuesday.
Secara keseluruhan, hingga siang hari (4/2), Bloomberg hanya mendapatkan satu kemenangan di wilayah kecil AS (Samoa) dan hanya mendapatkan dukungan beberapa lusin delegasi.
Mendapatkan hasil yang sedemikian, Bloomberg bergegas untuk mendukung Joe Biden.
Sementara itu, Elizabeth Warren belum secara terbuka mengumumkan pengunduran dirinya dalam mencalonkan diri menjadi presiden. Beberapa laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa ia akan bergabung dengan Bernie Sanders.
Selama kampanye presidennya, Elizabeth Warren menyerukan “perubahan struktural” pada sistem politik dan ekonomi AS serta mengusulkan pajak kekayaan 2%. Dia menerima kritik karena penolakannya untuk langsung menjawab pertanyaan apakah dia akan mengadvokasi pajak yang lebih tinggi untuk membuat orang Amerika membayar Medicare for All.
Penerjemah | Ipung |
Sumber | Sputnik News |