Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PUPUK Indonesia Berkomitmen Kembangkan Ekonomi Di Sektor Perhutsos dan Lingkungan
Sekretaris Jenderal PUPUK Indonesia, Early Rahmawati dalam Festival Pengembangan Usaha dan Pasar Perhutanan Sosial (Festival PUsPA), Market Gathering Ekowisata berbasis Perhutanan yang digelar daring, Kamis (27/10).

PUPUK Indonesia Berkomitmen Kembangkan Ekonomi Di Sektor Perhutsos dan Lingkungan

Berita Baru, Jakarta Melalui program Selamatkan Hutan dan Lahan di Indonesia melalui Perbaikan Tata Kelola (Setapak), Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perhutanan sosial (Perhutsos) dan lingkungan.

Sekretaris Jenderal PUPUK Indonesia, Early Rahmawati mengatakan bahwa Program Setapak telah dilakukan di beberapa provinsi dengan tujuan utama untuk memperkuat jaringan akses pasar nasional dan internasional dari produk unggulan dan produk ekowisata yang dikembangkan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

“Kami berkomitmen untuk selalu mengembangkan ekonomi baik sektor yang terkait dengan perhutanan sosial lingkungan dan pengolahan yang lain di mana isu hutan dan perhutanan sosial sangat menarik bagi kita semua dan ini merupakan pengembangan program dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Early Rahmawati, dalam Festival Pengembangan Usaha dan Pasar Perhutanan Sosial (Festival PUsPa) Market Gathering Ekowisata berbasis Perhutanan secara daring pada Kamis 27 Oktober 2022.

PUPUK Indonesia sudah mulai melakukan pengembangan usaha sejak tahun 2013, yang diawali dengan pengembangan usaha di industri rotan, khususnya di sektor hulu. Pihaknya melakukan pembibitan, penanaman, produksi hingga pemasaran. Pengembangan itu dilakukan PUPUK Indonesia di kota Cirebon dan Sukoharjo.

“Kami sangat berterima kasih, bahwa PUPUK diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan Setapak ini. Kami juga menyampaikan hasil kajian Policy Brief, bekerja sama dengan kementerian terkait,” kata Early Rahmawati merujuk pada acara peluncuran Policy Brief Pengembangan Ekonomi Perhutanan Sosial Pascapersetujuan Akses pada Selasa (25/10).

Sehubungan dengan program Setapak-3, Early Rahmawati juga mengajak agar berbagai pihak dapat berkolaborasi, memberikan kritikan dan masukan sehingga program Setapak selanjutnya dapat melakukan inovasi-inovasi baru dan berlangsung dengan lebih baik.

“Saya berharap kerjasama ini tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan kolaborasi kita bisa semakin berkembang dan erat walaupun dengan jenis kerjasama yang lain,” harap Early Rahmawati.