Berita

 Network

 Partner

Perbatasan China India

Puluhan Tentara Meninggal, China Sebut Situasi Perbatasan India-China Stabil

Berita Baru, Internasional – Pada Senin (15/6) malam, sebuah bentrokan antara tentara India dan China terjadi di sepanjang perbatasan ‘semi resmi’ kedua negara atau Line of Actual Control (LAC), tepatnya di wilayah Ladakh.

Bentrokan itu menimbulkan beberapa tentara meninggal. Menurut Sky News, tiga tentara India dan lima tentara China meninggal akibat insiden tersebut. Namun menurut Angkatan Darat India, setidaknya 20 prajuritnya tewas dalam bentrokan itu.

Dilansir dari Sputnik, pihak India menyatakan bahwa mereka akan terus berkomitmen menjaga perdamaian dengan China di wilayah LAC.

Sementara pihak China, melalui Kementerian Luar Negeri China, menyatakan bahwa situasi di LAC saat ini tetap stabil dan terkendali. Kemenlu China juga menyebut bentrokan itu bukan merupakan kesalahan dari pihak China karena menurutnya militer India melintasi perbatasan di Lembah Galwan.

Berita Terkait :  Pamerkan Jet Siluman F-35, Korsel Picu Amarah Korut

Langkah Kementerian Luar Negeri China kemudian mengajukan protes dan membuat representasi ke New Delhi untuk menegaskan garis perbatasan.

India dan China secara resmi belum memiliki garis perbatasan yang sah. Sementara ini hanya ada garis perbatasan LAC yang merupakan garis perbatasan yang dibuat setelah perang 1962. Semenjak itu, konflik di sekitar LAC semakin sering terjadi dalam beberapa dekade ini.

Sebagaimana diketahui, ketegangan perbatasan LAC antara India dan China mulai memanas pada bulan Mei 2020. Puluhan tentara meninggal dan terluka di kedua pihak. Untuk membahas ketegangan itu, pada 6 Juni, Komandan Legium 14 Angkatan Darat India Letnan Jenderal Harinder Singh bertemu dengan Mayor Jenderal Lin Liu selaku perwakilan dari Tentara Pembebasan Rakyat China di Kawasan Militer Xinjiang Selatan.