Puisi-puisi Khairur R Bunang: Sebentar Celemek Itu Digantung

Khairur R Bunang
Lukisan: I Wayan Seriyoga Parta

Sebentar Celemek Itu Digantung

kalau datang hari alpa
berarti sabana sedang luas
mendenguslah ribuan kuda
dalam diriku
berlari tanpa kodal

berwaktuwaktu
kesatria perang
yang haus pacu
memompa degup jantung
menapak harihari paling limbung

oh, segala yang mengikat
aku mau berlari cepatlesat

kudakuda dalam badan
kemarin meringkuk
jiwa puisi yang liar
rebahan di dasar kantuk

kau tahu
ketika rantaikalung menyedihkan itu
merayap lalu bekerja keras dalam ruangwaktuku
seorang soleh telah memasang jubah kebenciannya

2019

Dandang Jebol dan Sepasang Mata Melankolis

nasib telah menjadi bubur
setelah dandang jebol dan matamu makin melankolis

kamu tidak akan tahu bagaimana
seorang koki yang kurang perlengkapan dapur
lebih berbahaya dari rencana membunuh
menggunakan racun

oh, betapa tidak lucu ketika kesedihan yang tanak
dihidangkan di meja pelanggan tamak
tibatiba saja kepalamu
tungku
dan dadamu sebagai apinya

di harihari berlalu
sudah kamu siapkan berpiring masakan
untuk ribuan nama yang timbultenggelam
mendulang bayibayi baru lahir
di jiwa mereka
berulangulang

Berita Terkait :  Mengawal Isu Kesetaraan Gender di Era Millenial

dan kini nasib telah menjadi bubur
tibalah hari di mana
kerja keras dalam hidup
mengubah jadwal tidur malam
juga durasi percintaan

2019

Lima Tabung LPG
Pada Suatu Malam Susut

pernah dadaku purapura meledak
dan benarbenar meledak
ketika tabung lpg
kukira sebagai diri
kulihat di sana dengan mata paling dingin

tertulis jelas “untuk masyarakat miskin”
tibatiba kucoba terjemah
ke dalam limaribu bahasa
kalimat sederhana tapi jarang dinyana
-apa yang kurang dan apa yang lebih
untuk mencapai sebuah kesempurnaan?

kudekatkan telinga
bagai maut nguntit kata dalam puisi
dan jawabannya: nonsense!

2020

Sift 1 Antara 08:00-15:00

seperti menjaring api
bangun kesiangan berarti
membuka dada hidup
paling siasia:
waktu demi waktu gosong
dalam ruang mimpimu yang kosong

sebelum kaki hari yang runcing
menginjak tanggal muda dengan dingin
seseorang yang menyebut dirinya manajer
telah memasang banyak mata
dan memasung bom dekat lehermu
keterlambatanlah sumbuhnyalanya

kamu tidak dapat memilih
mata terbuka untuk melihat
kepul asap teh di beranda rumah
atau satu senyum perempuan
yang telah kamu miliki
setelah begitu lama mengenal baik
apa makna sebuah usaha

Berita Terkait :  Menakar Perppu Pilkada Serentak Tahun 2020 di Tengah Pendemi Covid-19

jalan panjang dari pintu ke jalan
ke tempat, di mana segala kekuatan
diperas menjadi nota belanja bulanan
menunggu untuk kamu lalui
secepat mungkin
dalam hidup paling muskil

bumi membuat dirinya lebih baik
memberi lompatanlompatan indah
burung di tangkai pepohonan
mengukir awan di tengah langit
sementara kamu berlalu
terbiritbirit mengejar halhal di luar diri

2020

DiPHK

_Farid Merah

kamu mau mati dalam abaaba
tidak dengan penyakit kronik
apa lagi serangan paling fatal bagian organ vital
katamu, kematian yang tidak kau inginkan itu
terlalu lucu bagi pekerja seperti kamu

kamu coratcoret dindingdinding tempat kerja
sebab coratcoret di tempat lain
tapi katakatamu hangus seketika
kamu berpikir, “mungkin karena dindingdinding inilah
hati manusia kehilangan perannya”

kematianmu sudah di depan mata
tetapi kamu tidak akan mengetahuinya
mata manusia, oh kawanku
diciptakan untuk melihat
aib orang lain
bukan dirinya sendiri

kamu akan mati
dan kematianmu adalah usaha melucu seorang badut
atau pentas segerombolan sirkus

2019


*Khairur R Bunang,  lahir di Sumenep. Belajar menulis di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY).

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini