Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pudak Galeri Sepi, Politisi PDI-P dan Dewan Gresik Sebut Gagal Kelola

Pudak Galeri Sepi, Politisi PDI-P dan Dewan Gresik Sebut Gagal Kelola

Berita Baru, Gresik – Pengelolaan Pudak Galeri Gresik di Jalan Pahlawan, Kecamatan Gresik memprihatinkan. Gedung pusat produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan aneka kuliner khas Gresik itu sepi pedagang maupun pengunjung.

Kondisi itu menuai sorotan politisi dan anggota Dewan. Seperti yang disampaikan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Gresik, Siti Muafiyah. Ia sangat menyesalkan sepinya Pudak Galeri. Padahal, gedung tersebut dibangun dengan dana APBD yang cukup fantastis.

“Sebagai salah satu UMKM, saya sangat menyayangkan sepinya Pudak Galeri yang dibangun dengan dana APBD miliaran rupiah. Padahal, kalau tempat itu bisa dikelola dengan baik, bisa memberdayakan para pelaku usaha kecil,” ucapnya.

Bahkan, pengusaha batik dan perhiasan ini menyindir ide pengelolaan gedung pusat UMKM tersebut tak ubahnya hanya seperti petasan bantingan.

“Ojo koyok mencon bantingan, nek punya ide. Jedar !!!!.Buyar!!!! (jangan seperti petasan bantingan, kalau punya ide dor, buyar,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Pudak Galeri masih kalah dengan warung kopi (warkop). Meski warkop itu pindah, namun masyarakat (pelanggan) tetap mencari.

Karena itu, Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Gresik perlu mencontoh strategi marketing warung kopi yang bisa membuat pelanggan terpikat.

“Bagaimana Diskop harus bisa mencari cara bagaimana masyarakat bisa datang dan enjoy belanja produk UMKM, makan, ngopi dan kegiatan lain di Pudak Galeri. Sehingga, tak sepi seperti saat ini,” jelas mantan Anggota Komisi II DPRD Gresik ini.

Ia juga berharap, Pudak Galeri bisa benar-benar dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempromosikan aneka makanan khas Gresik.

Salah satunya, Pudak Galeri juga dijadikan kunjungan paket wisata. Apalagi, keberadan Pudak Galeri di areal parkir kendaraan peziarah Makan Sunan Malik Ibrahim.

“Aku pingin badogkan Gresik disajikan (dijual) di Pudak Galeri (aku ingin makanan khas Gresik disajikan di Pudak Galeri, menjadi icon,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim menyatakan, APBD Gresik yang tersedot untuk pembangunan Pudak Galeri dan gedung pertemuan cukup besar.

“APBD kita yang tersedot untuk itu cukup besar, mencapai sekitar Rp 8 miliar,” terangnya.

Anha, begitu sapaannya, meminta kepada OPD terkait yakni Diskop, UKM dan Perindag agar serius mengelola Pudak Galeri untuk membangkitkan perekonomian.

“Aset daerah berupa Pudak Galeri harus benar-benar diberdayakan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan Anha, Ketua Komisi II (bidang perekonomian) DPRD Gresik, Asroin Widiana juga sangat menyayangkan sepinya Pudak Galeri. Dia menilai, sepinya gedung pusat UMKM tersebut kerena pengelolaan tidak sesuai rencana awal.

“Nggak bisa ngelola seperti  fungsi rencana awal,” tegasnya.

Dia menjelaskan, OPD dalam mengelola sarana prasarana (sarpras) seharusnya berfikir merawat dan memaksimalkan pengelolaan gedung yang sudah dibangun, bukan hanya selalu memikirkan anggaran.

“Itulah rata-rata gitu. Yang dipikir selalu anggaran saja. Masak menghidupkan sarpras, masalah tetap selalu anggran terus maunya,” tukasnya.

Mengenai penyebab sepinya Pudak Galeri, Plt. Kepala Diskop, UKM dan Perindag Gresik, Malahatul Farda menyatakan, ada sejumlah faktor. Diantaranya, beberapa tenant mengundurkan diri karena tidak ada yang menjaga standnya.

“Kebanyakan mereka mundur dari Pudak Galeri karena sudah punya stand di tempat lain,” ungkap Farda.

Meski demikian, Diskop yang memiliki wewenang terhadap Pudak Galeri terus melakukan upaya. Salah satunya, untuk meramaikan Pudak Galery adalah dengan adanya event-event baik dari Pemerintah Daerah maupun Perguruan Tinggi (PT) dan sekolah.

“Juga ada live musiknya untuk meramaikan. Soal UMKM,  tetap kita inventarisir  yang menempati dan kita lakukan evaluasi serta melibatkan dengan OPD terkait,” terang Staf Ahli Bupati ini.

Farda lantas mencontohkan bentuk kerjasama dengan Dinas Perhuhungan (Dishub), serta Dinas Pariwisata.

“Dishub terkait pengelolaan parkir, dan Dinas Pariwisata terkait peziarah, dan seterusnya,” pungkasnya.