Program Kotaku Rubah Kawasan Kota Gresik Bebas Kumuh

-

Berita Baru, Gresik – Percepatan pembangunan Padat Karya Tunai (PKT) atau Cash For Work (CFW) melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil memperbaiki kualitas permukiman kumuh kawasan perkotaan di Kabupaten Gresik. Salah satunya di Desa Manyarsidorukun, Kecamatan Manyar, Gresik.

Selain mempercantik permukiman, program yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemda dan kelompok masyarakat setempat ini juga mampu mendorong dan memberdayakan ekonomi masyarakat lokal sebagai pelaku pembangunan. Khususnya membangun infrastruktur ringan atau pekerjaan sederhana, mulai dari perencanaan pelaksanaan hingga pengawasan.

Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Rukun Mandiri Desa Manyarsidorukun, Muhyi mengatakan, personil kepanitiaan pelaksana pekerjaan CFH seluruhnya berasal dari warga lokal baik tingkat RW maupun RT. Mereka dipilih melalui forum rembuk desa.

Berita Terkait :  Diprotes Warga, Tanah Kavling di Desa Pucung Balongpanggang Disinyalir Tak Berizin
Berita Terkait :  Rapat Paripurna 4 DPRD Gresik; 1 Ranperda Tidak Disahkan

“Teknisnya BKM Rukun Mandiri Desa Manyarsidorukun membentuk kepanitian pelaksana pekerjaan CFW namanya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Seneng Rukun, dan person dipilih melalui forum rembuk warga,” katanya.

Muhyi menjelaskan, beberapa pembangunan melalui program Kotaku dikerjakan di Desa Manyarsidorukun, meliputi perawatan jalan lingkungan, pembersihan sedimen drainase, perawatan tandon air, dan penanggulangan kawasan kumuh lainnya.

Tak hanya dibangun, para pekerja juga mengkampanyekan kepada masyarakat untuk senantiasa merawat dan menjaga lingkungannya dengan baik.

“Saat ini pembangunan telah rampung 70%, kami juga mengkampanyekan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungannya yang telah dibangun agar selalu bersih dan baik,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Manyarsidoukun, Su’udi menyampaikan apresiasi atas inisiasi pemerintah pusat dalam melaksanakan program Kotaku di desanya. Sebab sangat membantu tugas Pemdes dalam perawatan infrastruktur lingkungan permukiman desa. Serta memberikan kesempatan warga memperoleh pendapatan ekonomi di masa pandemi.

Berita Terkait :  Gubernur Sumsel Gratiskan Biaya Pemeriksaan COVID-19
Berita Terkait :  Percepat Herd Imunity, Perusahaan di Gresik Vaksinasi Gotong Royong 560 Karyawan

“Kami menyampaikan apresiasi atas program ini, dan sangat membantu tugas Pemdes dalam perawatan infrastruktur lingkungan permukiman desa. Serta memberikan kesempatan warga memperoleh pendapatan ekonomi di masa pandemi,” ungkapnya.

Salah satu warga Desa Sidorukun, Arifin mengaku sangat senang adanya kegiatan CFW ini, karena bisa membantu penghasilan warga Sidorukun yang menganggur akibat terdampak PHK di tengah pandemi.

“Sangat membantu warga Manyarsidorukun yang nganggur dan terkena PHK sehingga memeroleh penghasilan ekonomi, selain itu infrastruktur lingkungan juga terawat,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Diprotes Warga, Tanah Kavling di Desa Pucung Balongpanggang Disinyalir Tak Berizin

TERBARU