Profesor Antropologi Biologis: Alien Adalah Manusia dari Masa Depan

Alien
(Foto: Sputnik News)

Meskipun teori ini terdengar seperti plot film fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Christopher Nolan, Namun Profesor Masters menegaskan bahwa teori ini dapat diuji dan pengujian fakta ini akan membuat teori ini bisa lebih dipercaya.

Berita Baru, Internasional – Profesor antropologi biologis di Montana Technological University Amerika Serikat, Michael Masters, mengatakan bahwa alien adalah keturunan manusia dari masa depan yang melakukan perjalanan ke masa lalu untuk mempelajari manusia generasi sebelumnya.

Penjelasan dari teori ini ia tulis dalam sebuah buku berjudul “Identified Flying Objects.” Di dalam buku itu, ia membahas beberapa masalah teori konspirasi dan opini dari orang-orang terkait alien selama bertahun-tahun.

Alien: Manusia Pucat Dengan Kepala Besar

Banyak orang mengatakan telah bertemu dan bahkan bicara dengan alien. Mereka lalu mengatakan bahwa alien mempunyai bentuk mirip manusia pucat dengan kepala besar. Dari situ, Profesor Masters mengatakan tren dalam antropologi biologis dan budaya menunjukkan bahwa manusia di masa depan akan memiliki bentuk yang mirip dengan itu.

“Ini adalah perkembangan selanjutnya dari tulang neurocranium dalam peningkatan ukuran otak. Dan yang lebih penting, perubahan bentuk tengkorak bagian atas, yaitu ketika bentuk tengkorak kepala menjadi lebih bulat. Lalu mengalami retraksi (gerakan menarik) dan mengalami reduksi atau penyusutan wajah bagian bawah manusia yang telah mendominasi evolusi manusia selama enam juta tahun terakhir.”

Berita Terkait :  Krisis Iklim Ancam Setengah Lebih PDB Dunia

“Jadi hanya dengan melihat deskripsi dari orang-orang yang melihat alien ini, jika kita dapat menganggapnya serius dan jika penjelasan orang-orang itu yang melihat alien, yaitu fakta bahwa mereka secara konsisten menggambarkan sebuah bipedal, kepala besar, wajah kecil tidak berambut, saya pikir itu, patut dipertimbangkan bahwa alien adalah manusia.” Ujar Profesor Master kepada Daily Express.

Hukum Fisika, Inovasi, Piring Terbang

Profesor Masters mengklaim bahwa hukum fisika memungkinkan adanya perjalanan waktu. Ilmuwan mengatakan bahwa Albert Einstein dalam teori relativitasnya sudah membahas secara rinci tentang adanya kemungkinan perjalan waktu ke masa lalu.

Mengingat sejarah inovasi teknologi manusia, Profesor Masters percaya bahwa hanya masalah waktu sebelum manusia mengetahui cara merekayasa mesin waktu, material penahan energi, dan mengetahui solusi dari efek dan akibat dari perjalanan waktu.

“Anda memiliki van Stockum, Professor Frank Tipler, Gödel Universe, semua model dan formula ini telah dikembangkan dari persamaan medan Einstein. Model dan formula itu menunjukkan bahwa jika Anda memiliki massa yang cukup besar atau tubuh yang sangat kuat untuk menahan kekuatan rotasi, maka Anda formola itu dapat membuat rendering dan dapat membuat reorientasi kerucut akhir ke masa lalu, sehingga lengkungan ruang dan waktu di alam semesta bisa dilipat menjadi bentuk lingkaran,” ujar Profesor Master kepada Daily Express.

Adapun piring terbang, yang biasa disebut orang-orang sebagai pesawat alien selama bertahun-tahun, Profesor Masters mengatakan bahwa piring terbang itu sangat memungkinkan menjadi mesin waktu jika mengikuti teori kekuatan rotasi.

Berita Terkait :  Rystad Energy: Industri Minyak Akan Mengalami Penurunan Besar dan 19 Juta Orang Akan Terinfeksi COVID-19 Meskipun Diberlakukan Karantina

Meskipun teori ini terdengar seperti plot film fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Christopher Nolan, Namun Profesor Masters menegaskan bahwa teori ini dapat diuji dan pengujian fakta ini akan membuatnya bisa lebih dipercaya.

“Pada akhirnya, jika kita terus hidup, kita akan mencapai titik di mana kita tahu apakah yang berada di dalam pesawat terbang itu adalah manusia masa depan yang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu atau bukan. Bahkan jika kita memusnahkan diri kita sendiri dan menghancurkan seluruh umat manusia, pada dasarnya kita masih menguji hipotesis ini,” ujar para ilmuwan lain dalam sebuah wawancara dengan Daily Express.


PenerjemahIpung
SumberSputnik News

Tinggalkan Balasan