Pria Indekos di Gresik Babak Belur Dikeroyok Usai Unggah Video Kerumunan Gantangan Burung

-

Berita Baru, Gresik – Ahmad Ari Afandi tak menyangka akan bernasib nahas, sekelompok orang tak dikenal memukulinya hingga babak belur lantaran mengunggah video kerumanan saat berlangsungnya perlombaan burung di arena gantangan Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik.

Ari yang sehari-hari indekos di sekitar arena gantangan mengalami sejumlah luka di wajah dan tubuhnya akibat dipukul dan dikeroyok sekelompok orang tersebut. 

Kapolsek Manyar, AKP Bima Sakti mengatakan, peristiwa bermula saat korban memposting situasi kerumunan di gantangan burung tersebut ke media sosial. Dari postingan korban itulah, polisi, TNI dan pihak kecamatan langsung menuju lokasi gantang.

Berita Terkait :  IPPEMATA Banda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang

“Sekira pukul 15.30 sampai 16.15 WIB, Sabtu 17 Juli 2021, kami tiga pilar Kecamatan Manyar membubarkan arena gantangan burung itu dalam rangka penegakkan aturan PPKM Darurat,” papar dia.

Berita Terkait :  International Student Day, Kadisdik Depok Himbau Pelajar Tak Turun Aksi

Bima menyebutkan, pembubaran itu dilakukan karena arena gantangan burung di Desa Peganden tersebut mendatangkan massa, sehingga terjadi kerumunan.

“Kami memberikan teguran keras dan tindakan terhadap pemilik burung serta pengikut gantangan burung yang melanggar ketentuan (take away) PPKM Darurat,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Trenggalek itu.

Namun, usai pembubaran berakhir, sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama, sejumlah orang mendatangi tempat kos korban yang tidak jauh dari arena. Mereka diduga tidak terima dengan postingan korban, sehingga gantangan burung yang mereka gelar dibubarkan.

Berita Terkait :  4.865 Formasi ASN untuk Pemprov NTB

“Kami juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi untuk menuntaskan kasus ini,” tandas Bima.

Alumni Akpol Tahun 2013 ini menegaskan bahwa saat ini kasus tersebut sedang ditanganinya. Timnya saat ini tengah mengidentifikasi siapa saja orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Berita Terkait :  SMAMIO Gresik Terapkan Ujian Riset Jadi Prasyarat Naik Kelas

“Dari keterangan korban, dia dipukuli dengan tangan kosong dan pipa shockbreaker serta kayu. Korban juga ditendang bagian kaki, badan dan kepalanya,” pungkas Bima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Eratkan Persaudaraan, PCNU se-DKI Jakarta Kumpul Bahas Normal Baru di Jakarta

TERBARU