Presiden Tinjau Vaksinasi Pedagang Pasar Tanah Abang

-

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi COVID-19 yang dilakukan terhadap ratusan pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2).

Presiden Joko Widodo memantau pelaksanaan vaksinasi yang berada di area Pasar Tanah Abang didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meninjau setiap tahapan-tahapan vaksinasi dari mulai proses divaksin hingga proses administrasinya. Kemudian, memberikan intruksi kepada terkait pelaksanaan vaksinasi.

“Melanjutkan vaksinasi yang telah kita mulai pada 13 Januari lalu, langkah pertama kita melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan, dan tahap kedua dimulai dari pasar Tanah Abang DKI Jakarta atas kerjasama Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah DKI Jakarta memulai vaksinasi untuk pelayan publik dan pekerja publik,” tutur Presiden dalam konferensi persnya.

Presiden menuturkan, kalkulasi pemerintah untuk tahap kedua akan menyasar 16,8 juta orang yang akan menerima vaksin.

“Dan hari ini kita lakukan di pasar Tanah Abang, tadi kita sudah liat semuanya berjalan dengan baik manajemen lapangannya sangat baik, kita harapkan pekerja publik, keamanan, pedangang pasar, wartawan, atlet, juga pekerja di toko dan mall semuanya akan divaksinasi,” tutur Presiden.

“Semua ini akan berjalan di seluruh provinsi setelah DKI Jakarta,” pungkas Presiden.

Sebelumnya, Presiden meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk mempersiapkan manajemen vaksinasi COVID-19 sejak dini. Hal ini agar distribusi vaksin ke masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat.

“Persiapkan manajemen untuk percepatan vaksinasi yang telah dimulai sejak 13 Januari yang lalu,” ujar Presiden ketika memberikan sambutan Pembukaan Munas VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) secara virtual beberapa waktu lalu.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah adalah melakukan pemetaan terhadap masyarakat yang berhak mendapatkannya. Dalam hal ini masyarakat yang memiliki mobilitas dan interaksi yang tinggi dengan berbagai lapisan masyarakat harus didahulukan.

Sasaran dari vaksinasi, lanjut Presiden, harus fokus pada kluster yang berpotensi tinggi terpapar wabah global ini. Sehingga, dampak vaksinasi yang diberikan mampu berdampak signifikan dalam memutus penyebaran COVID-19 di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan menyasar pada kelompok individu yang besar di atas akan berdampak pada terwujudnya kekebalan komunal. “Dapat memagari sehingga tercapai kekebalan komunal atau herd immunity,” tuturnya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments