Presiden Rouhani: Iran Bersumpah Akan Melawan Sanksi AS

Iran AS

Berita Baru, Internasional – Pada hari Minggu, pemerintah Iran meluncurkan rancangan anggaran tahun 2020 untuk meminimalkan dampak tekanan sanksi AS dengan mengurangi ketergantungan negara pada ekspor minyak.

“Pemerintah bertekad untuk mengalahkan (musuh) dengan melewati sanksi Amerika, atau melalui berbagai cara termasuk perundingan, tetapi tidak akan melewati garis merah kami,” kata Rouhani pada pertemuan kabinet pada hari Rabu (11/12).

Pertemuan tersebut berfokus pada upaya pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan pengangguran, Rouhani mencatat bahwa sanksi AS, termasuk pembatasan perbankan dan ekspor minyak, berarti pendapatan pemerintah lebih rendah, yang berdampak pada kehidupan rakyat Iran.

Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa pemerintah telah bekerja untuk memperkuat perusahaan-perusahaan manufaktur berbasis pengetahuan, untuk menarik investasi dan untuk meningkatkan kemandirian dalam pertanian dan energi untuk menghadapi masalah ekonomi.

Rouhani juga meminta warganya untuk tidak percaya desas-desus yang diduga disebarkan oleh musuh bahwa pemerintah Iran berencana akan mematikan internet dengan alih-alih akan diciptakannya jaringan informasi nasional yang kuat.

Anggaran baru yang akan berlaku pada bulan Maret tahun depan, ditujukan untuk mengurangi tekanan terkait sanksi, khususnya dampaknya terhadap warga miskin Iran, melalui makanan bersubsidi dan pasokan medis, dan akan mengambil keuntungan dari pinjaman $ 5 miliar yang saat ini sedang dinegosiasikan dengan Moskow.

Sementara itu, Iran telah diguncang oleh protes massa dalam beberapa pekan terakhir atas langkah pemerintah yang meningkatkan harga bahan bakar sebagai upaya memerangi sanksi AS terhadap Iran.

Hubungan antara Iran dan AS mencapai titik terendahnya pada Mei 2018, setelah pemerintahan Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan menampar Teheran dengan sanksi energi dan perbanka yang mengancam pelanggan ekspor minyak mentah Iran.

Pekan lalu, Iran menegaskan kembali kesiapannya untuk melakukan pembicaraan dengan AS mengenai program nuklir negara itu, tetapi hanya jika Washington mencabut sanksi-sanksinya terlebih dahulu.

Sumber : SputnikNews
Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini