Berita

 Network

 Partner

Presiden Jokowi Target Ekonomi Tidak Bergantung Pada Konsumsi Masyarakat

Presiden Jokowi Target Ekonomi Tidak Bergantung Pada Konsumsi Masyarakat

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo menargetkan ekonomi tak terus bergantung dengan konsumsi rumah tangga. Karenanya, pemerintah menggenjot hilirisasi industri untuk mendongkrak ekonomi dalam jangka panjang.

“Harus mampu mengubah ketergantungan dari sektor konsumsi ke transformasi produksi. Semua didorong untuk hilirisasi industri,” ujar Presiden dalam Pembukaan dan Seminar Nasional ISEI 2021, Selasa (31/8).

Ia mencontohkan salah satu industri yang sedang digenjot adalah nikel. Komoditas itu dapat diproduksi menjadi baterai untuk mobil listrik.

“Begitu juga dengan bauksit, lalu kelapa sawit yang turunannya banyak sekali,” imbuh Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan transformasi sektor pertanian dari hulu ke hilir. Beberapa hal yang dilakukan, seperti diversifikasi pertanian, kelembagaan petani dengan modal klaster, badan usaha milik petani, dan koperasi.

Berita Terkait :  Laporan Tahunan MK, Presiden Jokowi Dorong Sistem Hukum Yang Kompetitif dan Responsif

“Ini perlu terus dikembangkan, nilai tambah dari pasca panen perlu ditingkatkan dan akses pemasaran harus diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri,” tutur Jokowi.

Lalu, akses pembiayaan untuk petani juga perlu dipermudah dan disederhanakan. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan modal dengan cepat untuk proses produksi.

Sebagai informasi, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen. Konsumsi masyarakat menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan PDB, yakni 55,07 persen.

Sementara, investasi menyumbang 29,86 persen, ekspor barang dan jasa sebesar 20,31 persen, impor barang dan jasa 19 persen, konsumsi pemerintah 8,51 persen, dan konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LPNRT) 1,26 persen.