Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral di Brussel
Presiden Jokowi berbincang bersama pemimpin negara ASEAN yang hadir di sela-sela KTT Peringatan ke-45 ASEAN-Uni Eropa, Brussels, Belgia, Rabu (14/12). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral di Brussel



Berita Baru, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)  menghadiri KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa (UE), di Gedung Europa, Brussels, Belgia, pada Rabu (14/12) siang kemarin. Presiden disambut resmi oleh Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Sebagai Ketua ASEAN 2023, Presiden Jokowi berkesempatan menyampaikan pandangan pada pembukaan KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-UE di Justus Lipsius Atrium. Memperingati 45 tahun kemitraan ASEAN-UE, ia mendorong kemitraan kedua belah pihak harus didasarkan pada prinsip kesetaraan. 

“Jika kita ingin membangun sebuah kemitraan yang baik, maka kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan, tidak boleh ada pemaksaan. Tidak boleh lagi ada pihak yang selalu mendikte dan beranggapan bahwa my standard is better than yours,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral di Brussel
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada sesi pleno KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-UE di Gedung Europa, Brussels, Belgia, Rabu (14/12). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden juga menyampaikan dua hal penting saat berpidato pada sesi pleno di Gedung Europa. Pertama ia menyerukan kemitraan ASEAN-UE berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang inklusif. Di tengah ancaman resesi, Presiden Jokowi mendorong kebijakan yang mempermudah perdagangan dan investasi.

Kedua, Presiden mendorong kemitraan ASEAN-UE harus membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Krisis energi menurut Presiden merupakan sebuah keniscayaan, namun transisi energi harus dilakukan secara berkeadilan.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mendorong Kemitraan ASEAN-Uni Eropa untuk bekerja sama demi masa depan ASEAN, Uni Eropa dan dunia yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. “Kerja sama yang didasari prinsip kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi

Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral di Brussel
Di sela KTT ASEAN-UE, Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan PM Swedia Ulf Kristersson di Gedung Europa, Brussels, Rabu (14/12/2022). (Foto: BPMI Setpres)

Sebagai kepala negara, Presiden Jokowi juga memanfaatkan momentum KTT Peringatan ke-45 ASEAN-Uni Eropa. Disela-sela agenda KTT, ia berbincang bersama pemimpin negara ASEAN yang hadir. Salah satunya Presiden melakukan pertemuan bilateral dengan PM Swedia Ulf Kristerssonm.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Swedia merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia di Nordik khususnya di pembangunan hijau. Terkait kemitraan ASEAN dan Uni Eropa, Presiden Jokowi mengatakan Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 bersamaan dengan Presidensi Swedia di Uni Eropa pada semester pertama 2023.

“Mari kita perkuat sinergi kemitraan ASEAN – Uni Eropa yang setara dan bermanfaat nyata,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, ada beberapa hal yang diangkat oleh Presiden Jokowi dalam pertemuan itu, antara lain kerja sama investasi, kerja sama transisi energi dan pembangunan hijau, dan kerja sama di bidang perdagangan.

Presiden Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral di Brussel
Pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan PM Belanda Mark Rutte, di sela KTT ASEAN-UE di Gedung Europa, Brussels, Rabu (14/12). (Foto: BPMI Setpres)

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun depan, Presiden Jokowi juga mengundang Swedia untuk berpartisipasi pada Indo-Pacific Infrastructure Forum yang diselenggarakan di Indonesia tahun depan.

Tak hanya dengan PM Swedia, Presiden juga  melakukan pertemuan bilateral dengan PM Belanda Mark Rutte. Presiden mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Belanda bagi Presidensi G20 Indonesia.

Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar Kemitraan ASEAN dengan Uni Eropa akan dapat lebih diperkuat ke depan, mengingat tahun depan Indonesia menjadi Ketua ASEAN.

Adapun beberapa isu lain yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain membahas perundingan Indonesia-EU CEPA, kerja sama transisi energi, kerja sama investasi, dan kerja sama penanggulangan kejahatan lintas batas.

Usai menghadiri rangkaian acara KTT Peringatan 45 Tahun ASEAN-Uni Eropa, Presiden Jokowi beserta delegasi langsung menuju Bandara Abelag, Brussels untuk bertolak ke tanah air. Rombongan tersebut dilepas langsung oleh Duta Besar LBBP RI di Brussels Andri Hadi beserta istri, dan Atase Pertahanan KBRI Den Haag merangkap Belgia dan Luksemburg Muhamad Wirda Prayogo beserta istri.