Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Kolaborasi Perkuat Arsitektur Kesehatan

Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Kolaborasi Perkuat Arsitektur Kesehatan

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak pemimpin dunia untuk bekerja sama membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat dalam menghadapi pandemi.

“Pandemi COVID-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita, ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi ternyata tidak cukup kuat,” kata Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pidatonya pada KTT Global COVID-19 ke-2, di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (12/5), yang diunggah dalam Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/5).

Menurut Presiden, setidaknya diperlukan tiga hal untuk membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat dalam menghadapi pandemi.

Pertama adalah akses kesehatan yang inklusif. Seluruh masyarakat, kata Presiden Jokowi, disetiap negara-tanpa terkecuali-harus memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan dasar.

“Infrastruktur kesehatan dasar harus memadai dan siap menghadapi pandemi. Di tingkat global setiap negara besar maupun kecil, kaya maupun miskin harus memiliki akses yang setara terhadap solusi kesehatan,” terangnya.

Yang kedua yaitu akses pembiayaan yang memadai. Presiden menyebut, tidak semua negara memiliki sumber daya untuk memperbaiki infrastruktur kesehatan.

Sehingga perlu mekanisme pembiayaan baru yang melibatkan negara donor dan bank pembiayaan multilateral. 

“Dukungan pembiayaan kesehatan harus dilihat sebagai sebuah investasi dan tanggung jawab bersama mencegah pandemi,” terangnya.

Terakhir adalah pemberdayaan. Kolektif kapasiti, tutur Jokowi, harus diupayakan dan kerjasama antar negara menjadi kuncinya.

Mulai dari Kerjasama riset, kerjasama transfer teknologi dan akses bahan mentah harus diperkuat. Tidak boleh ada monopoli rantai pasok industri kesehatan. 

“Diseferikasi pusat produksi obat, vaksin, alat diagnostik dan terapetik harus dilakukan,” ujarnya.

Presiden menyampaikan dengan kapasitas yang dimiliki, Indonesia siap menjadi hub produksi dan distribusi vaksin di kawasan.

Ia menegaskan, kapasitas kolektif harus diupayakan dengan berdasar pada kerja sama antarnegara sebagai kunci untuk meningkatkan pemberdayaan dalam proses membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia.

“Untuk itu diperlukan peran dan keterlibatan semua negara, WHO dan multilateralisme harus terus diperkuat. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam upaya kita membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat,” pungkas Presiden Jokowi.