Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menghadiri National Service of Remembrance, pada Remembrance Sunday, di The Cenotaph di Westminster, London, Inggris, 11 November 2018. Foto: Reuters/Simon Dawson.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menghadiri National Service of Remembrance, pada Remembrance Sunday, di The Cenotaph di Westminster, London, Inggris, 11 November 2018. Foto: Reuters/Simon Dawson.

Presiden Jerman Sebut Ukraina Tak Menginginkan Kedatangannya, Ini Alasannya



Berita Baru, Berlin – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan bahwa pemerintah Ukraina tidak menginginkan kedatangannya, meskipun ia berencana untuk mengunjungi Kiev.

Sebelumnya, Presiden Steinmeier merencanakan untuk mengunjungi Kiev untuk bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, setelah ia mengunjungi Polandia, Estonia, Lituania dan Latvia.

Kunjungan itu dilakukan Presiden Steinmeier “untuk mengirim sinyal kuat solidaritas Eropa dengan Ukraina di sana”, katanya selama kunjungan ke Warsawa.

“Saya siap untuk itu. Tapi rupanya, dan saya harus mengakui, itu tidak diinginkan di Kyiv,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut, dikutip dari Reuters.

Tidak segera jelas apakah para pemimpin Eropa lainnya akan berkunjung tanpa Steinmeier. Pihak berwenang Ukraina tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Surat kabar Bild melaporkan sebelumnya pada hari Selasa bahwa Zelenskiy telah menolak rencana kunjungan Steinmeier karena hubungan dekatnya dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Jerman juga merupakan salah satu negara yang getol memberikan dukungan selama bertahun-tahun untuk pipa gas Nord Stream 2, sebuah proyek yang dirancang untuk menggandakan aliran gas Rusia langsung ke Jerman, meskipun kini sudah dibatalkan.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina dan reaksi media sosial yang men-cuit foto-foto masa lalu Presiden Steinmeier memeluk Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Presiden Steinmeier menyatakan penyesalan atas sikapnya sebelumnya.

Dia mengatakan dukungannya selama bertahun-tahun untuk Nord Stream 2 jelas merupakan kesalahan.

Diminta untuk mengomentari pernyataan Presiden Steinmeier, seorang juru bicara pemerintah Jerman mengatakan, “Jerman dulu dan merupakan salah satu pendukung Ukraina yang paling gigih… Dan akan tetap seperti itu.”

“Presiden federal mengambil posisi yang jelas dan tegas di pihak Ukraina,” tambah juru bicara itu.

Presiden Steinmeier adalah seorang anggota partai Sosial Demokrat yang menjabat sebagai menteri luar negeri di bawah Kanselir Angela Merkel sebelum diangkat menjadi presiden. Ia diketahui telah mengenal Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 2001.

Dalam wawancara di majalah Spiegel yang diterbitkan pada Selasa (13/4), Presiden Steinmeier mengatakan bahwa Putin yang dulu ia kenal berbeda dengan Putin yang sekarang.

“Bahwa Putin dari tahun 2001 tidak memiliki kesamaan dengan Putin tahun 2022, yang sekarang kita alami sebagai penghasut perang yang brutal dan mengakar,” kata Steinmeier.