Pratikno Diutus Istana Bertemu PBNU dan MUI Antar Draft UU Ciptaker

-

Berita Baru, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mendatangi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj dan Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi untuk mengantar naskah final Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker), Minggu (18/10).

Hal tersebut merupakan utusan Presiden Joko Widodo dengan maksud menjelaskan naskah UU Ciptaker kepada dua petinggi tersebut. Naskah yang dibawa merupakan draf yang diterima Jokowi dari DPR pada (14/10) lalu.

“Pak Mensesneg diperintahkan langsung oleh Presiden Jokowi untuk mengantar naskah UU Cipta Kerja ke NU dan MUI,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Triadi Machmudin.

Berita Terkait :  Omnibus Law, Pegiat Ketenagakerjaan: Negara Lepas Tanggung Jawab Perlindungan

Menurut Bey kedatangan Pratikno merupakan bagian dari sosialisasi UU Ciptaker ke berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, PBNU dan MUI sama-sama memiliki perhatian terhadap UU Ciptaker.

Berita Terkait :  Habib Luthfi: Sulit Mencari Pengganti Mbah Moen

Selain itu, Bey menuturkan, Pratikno juga berencana menyambangi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, namun tidak terlaksana karena Haedar berada di luar kota.

Bey mengklaim pemerintah selalu terbuka menerima saran dan pendapat dari seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, Jokowi akan menampung dan mempertimbangkan masukan-masukan itu untuk menyusun peraturan turunan dari UU Ciptaker.

“Pemerintah memang segera menyusun sejumlah peraturan pemerintah (pp) dan peraturan presiden (perpres) sebagai peraturan pelaksana UU Cipta Kerja. Jadi masukan untuk penyusunan pp dan perpres tersebut,” ujarnya.

Berita Terkait :  Habib Luthfi: Sulit Mencari Pengganti Mbah Moen

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga menyambangi Ketua Umum PBNU Said Aqil pada Sabtu (10/10). Ida mengaku kedatangannya itu untuk silaturahmi dan menjelaskan maksud UU Ciptaker, khususnya klaster ketenagakerjaan kepada Said Aqil.

Berita Terkait :  Terkait PPN Pendidikan, Stafsus Menkeu: Pemerintah Satu Nafas dengan PBNU dan Muhammadiyah

Sementara itu, Said Aqil bersama Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar juga telah menyerahkan 8 poin kritik terhadap UU Ciptaker kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (16/10). Beberapa di antaranya menyinggung soal tambang hingga ketenagakerjaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Ketua PBNU Menilai Program Kartu Prakerja Banyak Mudaratnya

TERBARU