Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Prancis Sebut Australia dan AS Berbohong atas Pakta Aukus
(Foto: getty Images)

Prancis Sebut Australia dan AS Berbohong atas Pakta Aukus

Berita Baru, Internasional – Menteri luar negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, menuduh Australia dan AS berbohong atas pakta kemitraan Aukus yang mendorong Paris memanggil duta besarnya.

Le Drian, seperti dilansir dari BBC, juga menyebut negara-negara yang bergabung dalam pakta Aukus “bermuka dua, pelanggaran besar terhadap kepercayaan dan penghinaan”.

Pakta tersebut juga menjadi pemicu gagalnya kesepakatan antara Prancis dan Australia yang bernilai miliaran dolar terkait rencana pembangunan kapal selam bertenaga nuklir yang lebih dahulu ditandatangani.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan dia bertindak demi kepentingan nasional negaranya. Dia juga bersikeras bahwa pemerintah Prancis akan memahami bahwa kesepakatan senilai $37 miliar (£27 miliar) yang ditandatangani pada tahun 2016 – untuk membangun 12 kapal selam konvensional – tidak memenuhi strateginya.

“Tentu saja ini masalah kekecewaan besar bagi pemerintah Prancis, jadi saya memahami kekecewaan mereka,” katanya. “Tetapi pada saat yang sama, Australia seperti negara berdaulat mana pun harus selalu mengambil keputusan yang sesuai dengan kepentingan pertahanan nasional kita yang berdaulat.”

Perjanjian Aukus yang ditandatangi AS, Inggris dan Australia akan memberikan Australia teknologi kapal selam bertenaga nuklir sebagai cara untuk melawan pengaruh China di Laut China Selatan yang disengketakan.

Sementara Prancis diberitahu beberapa jam sebelum pengumuman Aukus dipublikasi.

Menteri Luar Negeri Inggris yang baru diangkat, Liz Truss, membela perjanjian itu dalam dalam sebuah artikel di The Sunday Telegraph. Ia mengatakan, bhawa pakta itu menunjukkan kesiapan Inggris untuk membela kepentingannya.

Terbitnya pakta Aukus berarti Australia akan menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Tidak hanya itu, Aukus akan berbagi kemampuan dunia maya, kecerdasan buatan, dan teknologi bawah laut lainnya.

Saat meninggalkan Canberra pada hari Sabtu, Duta Besar Prancis Jean-Pierre Thebault menyebut keputusan Australia untuk membatalkan kesepakatan itu secara sepihak sebagai “kesalahan besar”.

Sementara China menuduh tiga kekuatan yang terlibat dalam pakta keamanan memiliki “mentalitas Perang Dingin”.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Biden akan terlibat dengan Prancis dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan persengketaan tersebut.