Praktek Bunuh Diri di Kota Industri, Syahrul Munir Kritik Pemerintah

-

Berita Baru, Gresik – Keberadaan ribuan industri di Kabupaten Gresik membawa harapan besar untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui lapangan pekerjaan.

Namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan fakta yang ada. Angka kemiskinan di Kabupaten Gresik masih terbilang tinggi, mencapai 12,89 persen dari 1,4 juta total penduduk.

Ironi itu dikuatkan dengan peristiwa praktek bunuh diri seorang pemuda bernama Muhammad Fuad Thoifi Ihsan.

Warga Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah itu menjeburkan diri di Jembatan Sembayat, Kecamatan Manyar, Minggu (12/1/20).

Fuad diduga mengalami frustasi, lantaran susah mencari pekerjaan.

Berita Terkait :  Cegah Covid-19, Pemdes Duduksampeyan Bagikan Hand Sanitizer Gratis

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir. Kepada Beritabaru.co, Munir mengatakan tragedi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah.

Berita Terkait :  PKH Gresik Turun Tangan, Masifkan Kampanye Masker Dobel Hingga Bantu Makanan Warga Isoman

Ia meminta pemerintah melakukan introspeksi terkait lapangan pekerjaan di Gresik.

“Industri kreatif harus disupport penuh, Warga harus didampingi hingga mendapat akses pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Anggota DPRD fraksi PKB dari didapil 8 (Sedayu-Bungah-Manyar) ini menyampaikan perusahaan harus lebih membuka akases luas untuk masyarakat Gresik.

“Perusahaan harus peduli dengan warga Gresik. Mereka berdiri di tanah Gresik. Ironi kalau sampai terjadi bunuh diri di kota industri karena lapangan kerja,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU