Berita

 Network

 Partner

Portugal Peringati Hari Jadi Demokrasi

Portugal Peringati Hari Jadi Demokrasi

Berita Baru, Internasional – Rakyat Portugal berhasil mengakhiri rezim otoriter yang diberlakukan oleh diktator Antonio Oliveira Salazar, melalui gerakan revolusi tidak berdarah pada 25 April 1974.

Hal itu menandai lahirnya era baru, yang membawa Portugal menuju negara demokrasi.

Setiap tahun, untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang berjuang untuk demokrasi dalam revolusi “Anyelir” itu, ribuan masyarakat Portugal berkumpul di jalan-jalan memegang anyelir merah dan berteriak “Fasisme, tidak akan ada lagi!”.

Berdasarkan laporan reporter Reuters Catarina Demony, perayaan serupa sebenarnya juga direncanakan tahun ini, tetapi kebijakan lockdown akibat coronavirus sejak 18 Maret sampai 2 Mei, memaksa pihak berwenang untuk mencari alternatif.

Pemerintah daerah memilih untuk menyelenggarakan berbagai konser online, sandiwara teater, tur virtual galeri pada bangunan/landmark, termasuk pada kediaman resmi Perdana Menteri Antonio Costa.

Berita Terkait :  Live Streaming Serbia vs Portugal, 28 Maret 2021

Dan tepat pukul 3 dinihari, banyak penduduk turun ke balkon rumah mereka untuk menyanyikan lagu revolusioner “Grandola Vila Morena”.

“Bernyanyi dari jendela, semuanya pada saat yang sama, adalah cara untuk mengatakan bahwa meski dalam suasana lock-down kami tetap merayakan demokrasi dan kebebasan. Kata pemimpin partai sayap kiri Catarina Martins kepada televisi RTP.

Di lingkungan Alcantara di Lisbon, sekelompok pekerja kota berkeliling dengan truk terbuka dengan pengeras suara, menyanyikan lagu-lagu tradisional dan membagikan anyelir kepada penduduk yang berdiam di rumah karena kebijakan lockdown akibat virus corona.

Acara tahunan di parlemen negara itu juga dibuat jauh lebih sederhana. Biasanya, 230 anggota parlemen dan ratusan tamu berkumpul, tetapi kali ini jumlahnya sangat dibatasi untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

Berita Terkait :  Tingkat Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi pada Tahun 2020, PBB Beri Peringatan Keras