Berita

 Network

 Partner

Alzheimer
Polusi udara yang tinggi menyebabkan resiko kesehatan yang serius seperti Alzheimer, Sumber : Dailymail.co.uk

Polusi Udara Meningkatkan Resiko Alzheimer Wanita Lansia

Berita Baru , Amerika Serikat – Dari studi mengungkapkan, wanita lansia yang terpapar polusi udara tingkat tinggi dapat berisiko dua kali lipat terkena Alzheimer.

Dilansir dari Dailymail.co.uk , paparan jangka panjang terhadap tingkat polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko perempuan lansia untuk mengalami penyusutan otak.

Para peneliti dari AS mempelajari perubahan volume otak dari 712 wanita senior dan membandingkannya dengan perkiraan tingkat paparan polusi udara tahunan yang memapari mereka.

Polusi partikel halus terdiri dari kepingan-kepingan kecil asap, debu dan zat kimia lainnya yang tersuspensi di udara. Siapa yang menghirupnya dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh mereka.

Tim menemukan bahwa semakin banyak polusi udara yang dialami wanita selama periode lima tahun, semakin besar penyusutan area otak yang rentan terhadap Alzheimer.

Faktanya, wanita yang terpapar tingkat tertinggi polusi udara yang terlihat dalam penelitian (sebanyak 19 mikrogram per meter kubik (μg / m³) , berada pada risiko dua kali lipat dari mereka dengan paparan terendah.

Partisipan yang paling sedikit terpapar terkandung rata-rata hanya 7 μg / m³ – dan setiap 3 mikrogram per meter kubik meningkatkan risiko Alzheimer sebesar 24 persen.

Faktanya, wanita secara tidak proporsional lebih terpengaruh oleh Alzheimer dibandingkan dengan pria.

Berita Terkait :  Rystad Energy: Industri Minyak Akan Mengalami Penurunan Besar dan 19 Juta Orang Akan Terinfeksi COVID-19 Meskipun Diberlakukan Karantina

Studi tersebut – berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Women’s Health Initiative – namun peneliti mengungkapkan, hal ini belum diteliti apakah pria atau wanita yang lebih muda.

Selain itu, tim hanya mempertimbangkan polusi udara regional dan tidak memperhitungkan sumber lain, contohnya seperti emisi lalu lintas yang berasal dari jalan yang padat.

“Volume otak yang lebih kecil merupakan faktor risiko yang diketahui untuk demensia dan penyakit Alzheimer, tetapi apakah polusi udara dapat mengubah struktur otak masih diteliti,” kata penulis makalah Diana Younan dari University of Southern California di Los Angeles.

“Studi kami menemukan bahwa wanita berusia 70-an dan 80-an yang terpapar polusi udara tingkat tinggi memiliki peningkatan risiko perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer selama lima tahun,” tambahnya.

“ Penelitian kami menunjukkan racun dari udara ini dapat mengganggu struktur otak atau koneksi di jaringan sel saraf otak, dimana berkontribusi pada perkembangan penyakit.”

Dalam penelitian mereka, Dr Younan dan rekan merekrut 712 wanita berusia 78 atau lebih, dimana mereka tidak ada yang menderita demensia saat penelitian dimulai. Para peneliti melakukan pemindaian MRI pada otak mereka saat penelitian dimulai dan lima tahun kemudian.

Berita Terkait :  Semua Kasus (Termasuk Novel) ke Internasional Terhalang Statuta Roma

Setiap peserta memberi para peneliti akses ke catatan kesehatan mereka. bersama dengan informasi tentang etnis / ras, latar belakang pendidikan, catatan pekerjaan, tingkat aktivitas fisik yang khas dan kebiasaan alkohol / tembakau.

Para peneliti menggunakan alamat tempat tinggal setiap wanita untuk memperkirakan paparan rata-rata mereka terhadap polusi udara dalam tiga tahun sebelum pemindaian MRI pertama mereka. Para peserta dibagi subjek menjadi empat kelompok yang sama.

Peneliti menggunakan alamat tempat tinggal setiap peserta untuk menentukan paparan rata-rata terhadap polusi udara dalam tiga tahun sebelum pemindaian MRI pertama. Mereka kemudian membagi peserta menjadi empat kelompok yang sama berdasarkan paparan ini.

Misalnya, kelompok terendah termasuk mereka yang terpapar rata-rata 7–10 mikrogram polusi partikel halus per meter kubik udara. Sedangkan kelompok tertinggi adalah yang terpapar 13–19 mikrogram per meter kubik.

Di AS, tempat penelitian dilakukan, Badan Pencemaran Lingkungan menganggap aman paparan tahunan rata-rata hingga 12 mikrogram per meter kubik.

Dengan menggunakan alat robot (AI) mesin yang dilatih untuk mengidentifikasi pola penyusutan otak, seperti yang mengindikasikan penyakit Alzheimer. Para peneliti membandingkan setiap MRI dengan skor berdasarkan seberapa mirip pemindaian tersebut dengan orang-orang dengan penyakit tersebut.

Berita Terkait :  Kepastian Restrukturisasi

Skor yang dihasilkan berkisar dari nol hingga satu. Dimana semakin tinggi skor, semakin besar perubahan volume otak terkait Alzheimer.

Tim menemukan bahwa skor perempuan rata-rata 0,28 pada awal penelitian, tetapi meningkat menjadi 0,44 pada lima tahun kemudian.

Selain itu, para peneliti mencatat, untuk setiap peningkatan 3 mikrogram per meter kubik paparan polusi udara, ada peningkatan skor rata-rata 0,03 selama periode lima tahun – setara dengan risiko Alzheimer 24 persen lebih tinggi.

Peningkatan risiko dengan tingkat polusi yang lebih tinggi ditemukan bahkan setelah tim menyesuaikan dengan faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi pada penyusutan otak seperti yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, kesehatan jantung, dan aktivitas fisik.

“Temuan kami memiliki implikasi kesehatan masyarakat yang penting”, tambah Dr Younan.

“Kami tidak hanya menemukan penyusutan otak pada wanita yang terpapar polusi udara tingkat tinggi, kami juga menemukan itu pada wanita yang terpapar polusi udara lebih rendah daripada yang dianggap aman oleh Badan Perlindungan Lingkungan.”

“ Sementara lebih banyak penelitian diperlukan, upaya federal untuk memperketat standar paparan polusi udara di masa depan dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer kepada populasi kita yang lebih tua” menurut Yonan