Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Aparat kepolisian mendatangi warga wadas saat sedang melakukan mujahadah dan beribadah di masjid setempat.
Aparat kepolisian mendatangi warga wadas saat sedang melakukan mujahadah dan beribadah di masjid setempat. (Foto: Tangkap Layar)

Polda Jateng Klaim Sudah Tarik Pasukan dari Wadas

Berita Baru, Jakarta – Polda Jawa Tengah menyampaikan telah menarik 250 personel yang melakukan pengamanan di di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo sejak Kamis (11/2).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa anggota yang tersisa di Wadas hanya mereka yang bertugas di wilayah tersebut.

“Sudah sejak kemarin selesai. Untuk 250 anggota pendampingan pengamanan BPN ukur tanah sudah selesai dan sudah kembali ke satuan asal,” kata Iqbal dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (12/02/2022).

Menurut Iqbal, anggota kepolisian yang tersisa di Wadas saat ini berada di bawah kendali Kapolres untuk pemeliharaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di sana.

Meski demikian, Iqbal mengakui bahwa anggota kepolisian juga masih mencoba melakukan komunikasi dengan warga desa yang menerima ataupun menolak pembangunan Bendungan di wilayah tersebut.

“Keberadaan (anggota polisi) disesuaikan dengan hakikat karakteristik kerawanan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Iqbal pun mengatakan bahwa polisi melakukan kegiatan bakti sosial untuk melakukan pendekatan terhadap warga setempat.

“Tolong jangan diplintir-plintir lagi dan percaya dengan medsos, akun provokatif,” tandas dia.

Sebelumnya, perwakilan Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Insin Sutrisno mengatakan bahwa warga setempat tak berani meninggal rumah sejak Selasa (8/2) lalu aparat mengepung desa tersebut.

Warga, kata dia, memilih bersembunyi di dalam rumah dan tak dapat beraktivitas normal. Bahkan, warga pun kesulitan memenuhi kebutuhan hingga tak bisa merawat lahan pertanian serta hewan ternak seperti biasa.

“Dampak dari aktivitas pengepungan itu, semakin membuat kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Agar kebutuhan keluarga tetap dapat tercukupi, kami mengandalkan sumber makanan seadanya,” Insin, Jumat (11/2).

Desa Wadas menjadi sorotan nasional usai kepolisian diterjunkan ke desa itu pada Selasa (8/2). Pasukan polisi bersenjata lengkap itu dikerahkan untuk mengawal pengukuran lahan tambang batu andesit proyek Bendungan Bener.

Namun, selama proses pengamanan itu polisi juga menangkap warga Desa Wadas yang dianggap memprovokasi penolakan rencana penambangan pada Selasa (8/2). Keseluruhannya langsung dipulangkan keesokan harinya.