Berita

 Network

 Partner

PMII Rayon Pembebasan UIN Sunan Kalijaga Gelar RTAR Ke-54
Ketua Rayon Pembebasan R. Farhan Musthofa S. Sedang menyampaikan sambutannya (Foto: Zainul/Beritabaru.co)

PMII Rayon Pembebasan UIN Sunan Kalijaga Gelar RTAR Ke-54

Berita Baru, Yogyakarta – Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Pembebasan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga menggelar Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) ke-54, Minggu (23/8).

Acara yang bertempat di Balai Sriwijaya tersebut mengusung tema “Revitalisasi Nilai-nilai Kekeluargaan Demi Melanjutkan Tonggak Pergerakan”.

Ketua PMII Rayon Pembebasan, R. Farhan Musthofa S. mengatakan bahwa RTAR ini merupakan pintu bagi rayon untuk memiliki nahkoda yang baru.

“Dimasa pandemi Covid-19 ini kreatifitas dan inovasi kader PMII diuji, PMII harus bisa menyikapi hal yang baru yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar kepada Beritabaru.co.

Hal tersebut, menurut Musthofa sangat dibutuhkan, sehingga bisa menyelesaikan agenda-agenda kaderisasi.

Berita Terkait :  Bersanding dengan Candi Borobudur, Wisata Setigi Raih Anugerah Indonesian The Most Potential Destination Awards 2020

Sementara itu, Ketua Komisariat Pondok Sahabat UIN Sunan Kalijaga Muhammad Alwi menyebutkan bahwa tugas kader PMII adalah bergerak bersama kaum mustadhafin.

“Idealisme kader PMII UIN Sunan Kalijaga mau dibawa kemana lagi, jika tidak kepada rakyat,” tegas Alwi.

Menurutnya, melanjutkan kepengurusan PMII merupakan suatu hal yang luar biasa “Lanjutkan tonggak pergerakan ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua PC PMII DI Yogyakarta Yanju Sahara menyebutkan diera pandemi Covid-19 seperti saat ini, roda organisasi tidak boleh berhenti. Menurutnya pandemi ini harus menjadi semangat baru bagi kader PMII.

“Sahabat-sahabat sedang diuji kesabaran dan komitmennya,” katanya.

Yanju menegaskan pantang bagi kader PMII berkompromi dengan pejabat yang dzalim kepada rakyat.

Berita Terkait :  Fenomena Hijrah di Media Sosial

“Kita bukan anti negara, tapi kita anti pemerintah yang dhalim terhadap rakyatnya,” pungkasnya. (Makhsun/Beritabaru.co)