Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PGI Minta Pemerintah Bentuk Tim Independen Investigasi Pembunuhan di Kampung Nologait
terjadi di tanah Papua. Tanah Papua bersimbah darah, korban masyarakat sipil terus berjatuhan,” tutur Sekretaris Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI, Henrek Lokra

PGI Minta Pemerintah Bentuk Tim Independen Investigasi Pembunuhan di Kampung Nologait



Berita Baru, Jakarta – Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menyampaikan rasa prihatina dan dukacita mendalam atas jatuhnya 10 orang korban dan 2 orang kritis. Korban diduga meninggal akibat penembakan dalam peristiwa penyerangan dari kelompok bersenjata di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu, 16 Juli 2022.

“Hal ini menambah jumlah korban dari sekian banyak peristiwa pembunuhan yang terjadi di tanah
Papua. Tanah Papua bersimbah darah, korban masyarakat sipil terus berjatuhan,” tutur Sekretaris Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI, Henrek Lokra.

Ia mengatakan berbagai kebijakan dilakukan untuk perbaikan pembangunan di Papua, namun tetap saja terjadi pembunuhan manusia di Tanah Papua, entah siapa sesungguhnya pelaku yang melakukan
pembunuhan dimaksud.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang dalam atas meninggalnya masyarakat sipil termasuk Pendeta GKII, Pdt. Eliasar Baner. Kiranya keluarga diberikan kekuatan menghadapi peristiwa dukacita yang memilukan ini,” tuturnya.

Ia juga meminta pemerintah untuk membentuk tim investigasi independen untuk melakukan investigasi komprehensif terhadap kejadian pembunuhan masyarakat sipil di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

“Kami mendorong Gereja – Gereja di Tanah Papua untuk terus melakukan upaya kemanusiaan sebagaimana perlu untuk masyarakat Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga dan disekitarnya,” kata Henrek.

Ia juga mendorong TNI/Polri untuk dapat melakukan upaya pencegahan atas kemungkinan terjadinya tindakan pembunuhan serupa ke depan dan bersama dengan seluruh elemen masyarakat menciptakan masyarakat damai dengan pendekatan kultural.

“Kami mendorong koalisi kemanusiaan untuk terus melakukan upaya sebagaimana diperlukan dalam rangka mengungkapkan fakta dan advoaksi kemanusiaan di Tanah Papua kedepan,” pungkasnya.