Petani Tebu di Gresik Keluhkan Lambatnya Pembayaran Hasil Panen, Ufiq Zuroida: Akan Kami Tindaklanjuti

-

Berita Baru, Gresik – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ufiq Zuroida melakukan serap aspirasi atau Reses dimulai sejak tanggal 13 – 20 September 2020. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Reses di titik ke 5 ini, dilaksanakan di desa Watestanjung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Kamis (17/09).

Dihadiri puluhan peserta yang mayoritas berlatar belakang petani perwakilan dari 16 desa, Reses kali ini menjadi sarana penampung aspirasi terkait dengan persoalan yang dihadapi para petani, apalagi melihat kondisi petani sejak pandemi Covid-19 atau Corona sangat memprihatinkan.

Salah satunya yang disampaikan Mujiati (48), petani asal desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom ini mengeluhkan lambatnya pembayaran oleh Pabrik Gula (PG) Gempol Kerep hampir selama 6 periode tak kunjung dicairkan.

Berita Terkait :  Cegah Pembalakan Liar dan Karhutla, Polres Blora Giatkan Patroli

Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku kesulitan saat akan melakukan pembibitan atau penanaman lagi.

Berita Terkait :  Polres Gresik Bentuk Kampung Tangguh Semeru di Kampung Nelayan

“Karena lambatnya pencairan dari pihak PG, maka kami petani tebu terpaksa harus mencari hutang atau pinjaman dana untuk memulai penanaman kembali,” ujar Muji, Kamis (17/09).

Menanggapi keluhan tersebut, Ufiq Zuroida yang juga anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menyampaikan, persoalan petani memang bukan hanya masalah pupuk saja. Akan tetapi, lambatnya pembayaran dari perusahaan yang sudah membeli hasil tani juga menjadi masalah krusial.

Lambatnya pencairan seperti yang terjadi di PG Gempol Kerep tersebut, Uviq mengungkapkan, hal ini bisa berdampak buruk terhadap keberlanjutan hajat para petani.

Oleh sebab itu, legislator perempuan asal PKB dapil Gresik-Lamongan ini akan segera menindaklanjuti keluhan petani dengan melakukan koordinasi dengan Dinas terkait di Provinsi Jawa Timur.

Berita Terkait :  Penggusuran Taman Sari Tidak Sesui Prosedur & Melanggar HAM
Berita Terkait :  Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Edi Tabur Bibit Ikan Di Sungai Kapuas

“Akan segera kami tindaklanjuti, agar dinas terkait melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan agar segera mencairkan keterlambatan pembayaran tersebut,” kata Ufiq, saat menjawab keluhan warga.

Selain kegiatan serap aspirasi, ketua Perempuan Bangsa Kabupaten Gresik ini juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim di Wiringinanom.

Kegiatan santunan anak yatim menurut Ufiq, untuk membantu meringankan beban anak-anak yatim khususnya kebutuhan sekolah yang saat ini masih melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Apoteker Gresik Pastikan Stok Obat dan Vitamin Aman, Tapi Tak Perlu Konsumsi Berlebihan

TERBARU