Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Petani Desa Petiyintunggal Basmi Hama Tikus Dengan Gobyokan

Petani Desa Petiyintunggal Basmi Hama Tikus Dengan Gobyokan



Berita Baru, Gresik – Musim tanam padi menjadi tantangan besar bagi para petani untuk menanggulangi hama tikus yang bisa menjadi penyebab gagal panen. Hama yang satu ini memang kian meresahkan, jumlahnya tiap hari kian banyak, dan berbagai cara dilakukan hingga menggunakan listrik yang justru bisa membahayakan nyawa sekalipun.

Namun para petani Desa Petiyintunggal, Kecamatan Dukun, Gresik, mempunyai strategi untuk membasmi hama tikus ini dengan metode “Gobyokan”. Metode ini cukup sederhana dan aman, yakni menggunakan alat bernama _‘emposan’_ yang berbentuk corong dan diisi dengan belerang serta rumput yang dibakar, selanjutnya disemprotkan ke tanaman padi hingga lubang-lubang tempat tikus bersarang.

Alhasil, Puluhan petani Desa Petiyintunggal bersama Kepala Desa serta jajarannya pun ramai-ramai menyisir sawah untuk melakukan ‘Gobyokan’ yang dinilai ampuh membasmi hama tikus ini.

Mat Asroful, Kepala Desa Petiyintunggal, mengatakan, terkait hama tikus memang sangat meresahkan petani khususnya di Desa petiyintunggal.

Hampir tiga tahun hama tikus ini sudah menyerang pertanian yang ada di Desa Petiyintunggal tapi belum kunjung dapat solusi. Sampai petani memasang jebakan tikus mengunakan listrik yang di anggap sangat ampuh untuk menangulangi hama tersebut.

Tapi di samping itu sangat membahayakan si petani nyawa pun jadi taruhanya karena tersengat listrik.  Maka dari itu pemdes mencoba mencarikan solusi untuk pembasmian hama tikus ini yang tidak membahayakan petani melalui metode gobyoan.

“Mengunakan emposan itu langkah awal untuk mengurangi hama tikus dan akan di lanjut program mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Sehingga tikus ada musuh alaminya untuk menekan perkembang biakan. Tinggal butuh kekompakan petani untuk mensukseskan program ini,” papar Kades.

Ia juga menerangkan, bahwa kegiatan ini bakal berjalan selama satu minggu ke depan. Hingga seluruh sawah telah di susuri secara merata.

“Kita gelar selama seminggu. Dan kita lakukan rutin tiap hari bersama masyarakat petani,” ujarnya kepada Beritabaru.co. Selasa (25/2)

Diketahui, hama tikus ini telah menyebar di wilayah pertanian di Kecamatan Dukun, hingga telah menyebabkan dua korban jiwa akibat tersengat listrik yang dipasang untuk membasmi hama ini.