Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Berita Baru, Vladmir Putin
(Foto: DW)

Pesan Vladmir Putin bagi Umat Muslim di Hari Raya Idulfitri 1441 H



Berita Baru, Internasional  – Sebagai bentuk perhatiannya kepada umat Muslim, Presiden Rusia Vladimir Putin juga memberikan ucapan selamat Idulfitri. Ia menyampaikan pesan khusus itu kepada umat Islam di Rusia.

“Menandai akhir bulan suci Ramadhan, perayaan mengakhiri puasa bermakna spiritual khusus, kegembiraan mendapatkan pengalaman baru yang tidak ternilai dari pemurnian etik dan penyempurnaan diri,” kata Putin

“Selama berabad-abad, sudah biasa merayakan Idulfitri bukan hanya dengan berdoa secara khusyuk, namun memperhatikan mereka yang membutuhkan bantuan dan perhatian,” terang Putin sebagaimana dikutip dari TASS, Selasa (26/5).

Selain itu, Putin juga mencatat bahwa keberadaan umat Islam di Rusia berlangsung sejak lama. Bahkan jauh sebelum merdeka, Islam sudah hadir di Rusia sebagai agama yang dihormati keberadaannya.

Saat ini, umat Muslim masih tetap eksis mewarisi nenek moyang mereka. Islam juga terut serta memberikan kemajuan bagi negara di Rusia khususnya.

“Umat Muslim Rusia sangat aktif berpartisipasi dalam kehidupan negara, memberikan kontribusi yang tidak ternilai, menjaga perdamaian internasional dan keharmonisan sipil dalam kehidupan sosial masyarakat, memperkuat institusi keluarga dan mendidik kaum muda,” tegas Putin.

Dari itu, Putin berpesan, khusunya pada masyarakat Muslim di Rusia, bahwa dalam menghadapi Covid-19 bantuan kemanusiaan dari umat Muslim dan organisasi keagamaan sangat memotivasi kehidupan dan kesehatan masyarakat di negara Beruang Merah.

Dalam hal kasus Covid-19, Rusia merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak ketiga di dunia, di bawah Amerika Serikat (AS) dan Brasil.

Hingga Selasa (26/5) siang WIB, negara yang menjadi penghasil minyak terbesar itu sudah mencatatkan total 353.427 kasus Covid-19, menurut data dari Worldometers.

Hanya AS (1.706.226) dan Brasil (376.669) yang memiliki jumlah kasus lebih banyak dari Rusia.

Sementara untuk korban meninggalnya, di Rusia terdapat 3.663 orang. Angka tersebut jauh lebih rendah dari AS yang hampir mencapai 100.000 dan Brasil yang menembus 20.000. Untuk pasien yang berhasil disembuhkan, Rusia mencatatkan angka 118.798.