Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Seorang anggota angkatan laut Iran berpartisipasi dalam latihan angkatan laut bersama angkatan laut Iran, Cina, dan Rusia di Samudra Hindia bagian utara 19 Januari 2022. Foto: Reuters.
Seorang anggota angkatan laut Iran berpartisipasi dalam latihan angkatan laut bersama angkatan laut Iran, Cina, dan Rusia di Samudra Hindia bagian utara 19 Januari 2022. Foto: Reuters.

Perkuat Kerja Sama Multirateral, Iran, China dan Rusia Gelar Latihan Gabungan di Samudera Hindia

Berita Baru, TeheranIran, China dan Rusia gelar latihan gabungan di Samudera Hindia pada Jumat (21/1), dalam upaya untuk perkuat kerja sama multirateral.

Juru bicara latihan gabungan tersebut, Laksamana Muda Mostafa Tajoldini mengatakan dalam sebuah acara di TV Pemerintah Iran bahwa Angkatan laut dari angkatan bersenjata Iran dan Garda Revolusi mengambil bagian dalam latihan “Sabuk Keamanan Laut 2022”.

Latihan gabungan angkatan laut tiga negara tersebut digelar di area seluas 17.000 kilometer persegi (6.560 mil persegi) utara Samudera Hindia, kata Tajoldini.

“Tujuan dari latihan ini adalah untuk memperkuat keamanan dan fondasinya di kawasan, dan untuk memperluas kerja sama multilateral antara ketiga negara untuk bersama-sama mendukung perdamaian dunia, keamanan maritim, dan menciptakan komunitas maritim dengan masa depan bersama,” kata Tajoldini, dikutip dari Reuters.

Latihan tersebut akan mencakup berbagai latihan taktis seperti menyelamatkan kapal yang terbakar, melepaskan kapal yang dibajak, dan menembak sasaran udara di malam hari.

Dia mengatakan latihan dimulai pada dini hari Jumat pagi.

Ketiga negara memulai latihan angkatan laut bersama pada tahun 2019 di wilayah Samudera Hindia dan Laut Oman, kata Tajoldini.

Diketahui, ketiga negara tersebut sama-sama mempunyai ‘konflik’ dengan Amerika Serikat (AS).

Iran dan AS mempunyai hubungan yang buruk sejak mantan Presiden Donald Trump menarik diri sepihak dari perjanjian nuklir Iran 2015 dan langsung memberikan ‘sanksi keras’ pada Iran.

China dan AS juga terlibat konflik di beberapa lini, mulai dari sanksi ekonomi hingga polemik di Laut China Selatan.

Sementara Rusia dan AS juga sedang panas terkait konflik di perbatasan Ukraina.

Sejak menjabat Juni lalu, Presiden Iran Ebrahim Raisi telah mengejar kebijakan “melihat ke timur” untuk memperdalam hubungan dengan China dan Rusia.

Iran bergabung dengan Organisasi Kerjasama Shanghai pada bulan September, sebuah badan keamanan Asia tengah yang dipimpin oleh China dan Rusia.

Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian mengunjungi China minggu lalu dan presiden Iran bertemu dengan mitranya dari Rusia di Moskow pada hari Kamis (19/1).