Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Perhepi Prediksi Harga Beras Tahun Depan Normal

Perhepi Prediksi Harga Beras Tahun Depan Normal



Berita Baru, Jakarta – Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin mengatakan, bahwa harga beras di tahun depan diprediksi dalam angka yang normal. Situasi ini, kata Bustanul, terjadi karena produksi yang sedang berlangsung dalam kondisi surplus.

“Catatan saya tahun 2020 neracanya surplus. Dengan kata lain kalaupun panen raya berlangsung di Bulan Maret, maka saya berkeyakinan tidak akan ada lonjakan harga yang ekstrim karena di bulog terus melakukan operasi pasar dan penyerapan,” kata Bustanul dalam Indonesia Business Forum TV One, Rabu, (30/12).

Meski demikian, Bustanul meminta agar pemerintah memperkuat akses lalu lintas antar dan kirim logistik yang selama pandemi Covid-19 mengalami kesulitan akibat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar.

“Ketahanan pangan itu menyangkut ketersediaan aksesibilitas dan konsumsi. Jadi konteks ketersediaan ini mari kita tuntaskan dulu. Artinya kita harus mewaspadai persoalan akses logistik. Apalagi kita masih dalam kondisi pandemi. Itu harus kita perkuat,” ujar Bustanul.

Menurut Bustanul, membangun sektor pertanian harus dilakukan oleh semua pihak, baik dari kalangan pemerintah, pengusaha, petani maupun masyarakat secara luas. Pertanian, kata dia, tidak bisa dikerjakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) semata, namun juga harus melibatkan kementerian dan lembaga negara lainnya.

“Memang sekarang ini yang dibutuhkan adalah leadership. Artinya Pak Menteri tidak bisa berjalan sendiri. Beliau tidak punya kewenangan di perdagangan atau di kesehatan, karena itu harus berjalan bersamaan. Harapan terakhir menurut saya ada di Pak Menko  Ekonomi. Dia yang harus membuat perencanaan karena ini menyangkut koordinasi dengan banyak Kementerian,” ucap Bustanul.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok untuk menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 dalam kondisi aman dan terkendali. Menurut Mentan, Indonesia memiliki stok beras yang cukup dengan produksi yang masih berlangsung.

“Pangan dasar yang kita kendalikan itu ada 11 dan semuanya dalam kondisi aman. Jadi ada beras, ada jagung, ada gula pasir, ada dagin dan ada juga kebutuhan pokok lainnya. Insyaallah 11 komoditi ini aman sampai akhir tahun mendatang,” kata Mentan.

Mentan mengatakan, kecukupan sebelas bahan pokok ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, termasuk koordinasi satu data satu pintu dengan Bulog dan Kemendag dibawah koordinasi langsung Kementerian Perekonomian.

“Masalah ketahanan pangan adalah masalah yang paling dalam, paling kompleks, namun juga strategis. Karena itu saya tidak boleh salah prediksi atau salah mengolah data. Alhamdulillah kita terus melakukan koordinasi antar lembaga yang sangat ketat, baik dengan Kemenko, Bulog atau dengan kementerian lain. Kita punya mapping yang sama dengan menggunakan digital,” ujar Mentan. 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menambahkan, bahwa kolaborasi Bulog dan Kementan selama ini berjalan dengan baik. Bahkan, kata Buwas, Bulog terus memantau jalanya produksi yang ada untuk menyamakan data sebelum dilakukan penyerapan.

“Kewajiban Bulog adalah mempersiapkan pangan di seluruh pelosok tanah air. Jadi kita mengikuti perkembangan masalah pangan, termasuk masa panen di Kementan. Alhamdulillah kita memiliki ketersediaan pangan yang cukup, ditambah program di Kementan yang membuat produksi semakin berjalan. Artinya kita sampai saat ini tidak melakukan impor,” kata Buwas.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud memastikan, bahwa saat ini Indonesia secara keseluruhan mampu melewati defisit pangan. Bahkan, Indonesia memiliki stok pangan yang cukup, meski tengah menghadapi pandemi Covid-19.

“Defisit pangan Alhamdulillah bisa kita lewati. Bahkan dengan kondisi stok pangan kita cukup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Kedepan, kita akan terus memantau harga setiap hari untuk mengantisipasi kekurangan dan lonjakan harga. Jadi kalau harga mulai naik, maka kita minta Bulog melakukan operasi pasar. Karena itu bulog harus segera melakukan penyerapan,” kata Musdhalifah.