Comic Frontier 13, Kembali Hadirkan Komikus Muda Indonesia

Berita Baru, Jakarta – Comic Frontier 13 akan kembali dan menyapa para penikmati dan pecinta pop culture di Indonesia, khususnya Jakarta. Acara ini merupakan Comifuro kedua yang diadakan pada tanggal 7-8 September 2019.

Layaknya Comifuro 12, yang diadakan bulan Februari kemarin, circle Comic Frontier 13 akan hadir ditempat yang sama, yaitu Kartika Expo Center Balai Kartini Jakarta.

Comic Frontier telah hadir di Indonesia, sebagai wadah bagi para kreator lokal untuk mempertunjukan karya kreatifnya kepada para pengunjung dan sesama kreator yang hadir. Tidak hanya itu, dalam acara ini menghadirkan lebih dari 500 insan kreatif, yang akan bergabung dan menambah kemeriahan acara ini.

Dalam acara ini, kamu juga bisa menemukan para cosplayer-cosplayer dari berbagai anime dan game yang hadir disana. Tentunya ramah dan bisa berfoto bersama dengan mereka jika kamu memintanya dengan sopan.

Selain itu ada workshop yang bertema, Etika Membangun Circle, dibawakan oleh Afdhal Gamalsyah Putra, founder dari Creatrip. Lembaga kursus bahasa Jepang dan manga Ikuzo juga akan mengadakan workshop tentang profesionalisme dalam berkarya.

Pengunjung juga bisa menunjukkan bakatnya dalam Utattemita Session yang diadakan di panggung utama. Utattemita Session adalah sesi khusus selama 2 jam (dari jam 10.00-12.00) di mana seluruh pengunjung bisa berkaraoke dan bahkan melakukan live dubbing.

Perhelatan Comic Frontier ke-13 juga dimeriahkan oleh berbagai insan kreatif, salah satunya adalah Nanairo Symphony. Grup vokal yang beranggotakan 7 penyanyi berbakat ini menyanyikan berbagai lagu anime di berbagai perhelatan pop kultur di Indonesia. Nanairo Symphony juga aktif merilis karya pada kanal YouTube resmi mereka.

Grup orkestra Waltzio Edutainment, yang biasa dikenal sebagai grup orkestra dan sering memainkan lagu soundtrack dari film karya studio animasi Ghibli seperti, My Neighbor Totoro. Kepopuleran yang dimiliki juga membuat mereka diundang menjadi bintang tamu pada eksibisi khusus film animasi karya studio animasi Ghibli.

Sebagai perhelatan yang menghadirkan berbagai insan kreatif, Acara ini, turut menghadirkan empat kreator web comic berbakat asal Indonesia.

1. Lingkarya Moesia (B-03a)

Sumber: Lingkarya Moesia

Lingkarya Moesia merupakan circle berisi komikus dan ilustrator yang diprakarsai oleh Risa Comics. Anggotanya cukup banyak, dengan beberapa diantaranya merupakan komikus CIAYO Comics juga loh. Misalnya ada Aegires Blight, Gula Comic dan lain-lain.

Di Comifuro 13 ini, Lingkarya Moesia akan merilis Amazin, majalah komik yang berisi komik-komik pendek ciptaan anggotanya.

2. Kaum Buruh Jakbar (A-05ab)

Sumber: Kaum Buruh Jakbar
Sumber: Kaum Buruh Jakbar

Circle yang satu ini juga beranggotakan beberapa komikus CIAYO Comics, sebut saja Kyriepoda (Si Timoon), Dirga (Komikman), dan Ivone (The Librarian). Selain itu ada juga Inan (Komik MS Paint) serta Chris (Rubricomics).

Selain merilis karya masing-masing, kelimanya juga berkolaborasi dalam komik Shadows Die in 4-koma, kompilasi fancomic Sekiro: Shadows Die Twice.

3. He is Gynophobic

Diterbitkan di platform Ciayo, web comic ini bercerita tentang seorang remaja pria bernama Afrizky Budiutomo yang selalu menjauh dari perempuan. Tanpa disangka, dirinya malah bertemu dengan seorang gadis bernama Oksa yang terobsesi dengan dirinya.

4. Rika Si Preman Sekolah

Diterbitkan di platform Ciayo, Rika si Preman Sekolah merupakan web comic yang menceritakan petualangan absurd Rika bersama dengan teman-temannya di sekolah yang dipenuhi oleh kejadian menarik serta mengundang tawa dari para pembaca.

Tinggalkan Balasan