Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Pererat Ukhuwah Nahdliyah, PKB dan NU Tangsel Gelar Halal bi Halal

Pererat Ukhuwah Nahdliyah, PKB dan NU Tangsel Gelar Halal bi Halal

Beruta Baru, Tangsel – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tangerang Selatan (Tangsel) gelar halal bi halal pada Minggu 15 Mei 2022.

Acara yang dilaksanakan di aula Politeknik Syahid Pondok Cabe Pamulang ini dihadiri jajaran DPC PKB, jajaran DPAC PKB dan jajaran PCNU dan MWCNU se Kota Tangerang Selatan.

Ketua DPC PKB Tangsel Muthmainnah menegaskan kegiatan  halal bi halal bersama keluarga besar NU itu sebgai bukti PKB akan terus bersinergi dengam NU.

“Terima kasih pada Ketua dan jajaran NU serta MWCNU se kota Tangsel, secara Khusus kami DPC PKB tangsel mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua PCNU Tangsel Kyai Mas’ud untuk menyampaikan  tausyiah,” kata Muthmainnah.

Sementara Kyai Mas’ud dalam tausyiahnya menekankan pentingnya silaturahim antar sesama warga bangsa, sesama umat islam dan lebih-lebih sesama warga nahdliyin. 

Menurutnya dengan kekuatan silaturahim akan timbul peluang untuk saling sinergi dan kerja sama antar warga nahdlyiin, tarutama antara PKB dan NU.

“Hal ini  karena PKB lahir dari NU dan PKB bisa dikatakan menjadi lajnah siayasah NU, atau lembaga pelaksana politk  praktis NU, disamping banyak lembaga lembaga seperti lembaga yg bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pondok pesantren dan lembaga lainnya dibawah NU,” tutur Kyai Mas’ud.

Adapun Ahmad Fauzi selaku Ketua DPW PKB Banten yang hadir pada perhelatan halal  bi halal juga menyatakan apresiasi atas terslelenggaranya halal bi halal keluarga PKB dan NU Tangsel.

“Kegiatan ini semoga mengipirasi DPC PKB se Banten,” ujarnya.

Lebih lanjut Fauzi memyatakan dengan kegiatan bersama antara PKB dan NU Tangsel menegaskan bahwa PKB dan NU tetap solid kompak dan sinergi.

“Hal ini karena PKB dan NU memiliki tujuan yg sama yaitu menjaha negara (ri’yatu al diin) merawat umat (ri’ayatul umah) menjaga negara (ri’ayatu al daulah),” pungkasnya.