Berita

 Network

 Partner

Perayaan Natal di Gresik, Kapasitas Jemaat Gereja Dibatasi, Lansia dan Anak Ikut Live Streaming

Perayaan Natal di Gresik, Kapasitas Jemaat Gereja Dibatasi, Lansia dan Anak Ikut Live Streaming

Berita Baru, Gresik – Perayaan Natal tahun ini yang jatuh 25 Desember 2020 dipastikan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir, tidak terkecuali perayaan Natal di Gereja-gereja Kabupaten Gresik.

Dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang, pihak gereja tetap akan menggelar perayaan Natal tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain itu, jemaat yang hadir pun dikurangi hingga 50 persen, sementara kalangan lansia serta anak-anak bisa mengikuti dari rumah melalui live streaming yang telah disiapkan pihak Gereja.

Informasi yang diterima Beritabaru.co, sebanyak tiga gereja di Gresik yang dipastikan benar-benar siap melangsungkan perayaan Natal karena telah sesuai standar protokol kesehatan, yakni Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Betel Indonesia (GBI) Rock, dan Gereja Katolik Santa Perawan Maria Gresik.

Berita Terkait :  Monev di Papua, KPK Dorong Pembenahan DTKS

Saat dikonfirmasi terkait persiapan perayaan Natal, Ketua Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam), Djoko Pratomo mengatakan jika perayaan Natal tahun ini pihak panitia sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, jumlah jemaat pun dikurangi hingga 50 persen.

“Perayaan natal tetap dirayakan, tetapi dengan menerapkan protokol ketat, jemaat pun dikurang, di GKI contahnya, jemaat dibatasi maksimal 100 orang dari kapasitas 300 orang lebih, untuk lansia dan anak-anak pihak panitia telah nyediakan streaming, saat ini sudah ada tiga gereja yang benar-benar siap dengan aturan sesuai standart,” kata Joko.

Joko menjelaskan, penerapan pengurangan jemaat maupun penerapan protokol kehatan ketat sangat wajar dilakukan guna mencegah agen penyebaran Covid-19.

Berita Terkait :  Fatayat NU Gresik Kampanyekan Gerakan Sayang Keluarga

“Pengaturan jarak masing-masing jemaat diatur satu meter, dan pihak panitia telah menyediakan sarana protokol kesehatan di halaman gereja, pos keamanan juga nanti dijaga oleh anggota kepolisian,” ungkap Joko yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Network dan Misi GKI Klasis Bojonegoro Sinode, Jawa Timur.

Lanjut Joko, perayaan natal nantinya akan dibuat sangat sederhana, tanpa iringan lagu seperti biasanya.

“Nanti perayaan akan dibuat sangat sederhana, tidak ada iringan lagu dan lain sebagainya, tidak ada perayaan natal yang bersifat pesta atau keramaian,” tutur Joko.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini melalui Satgas Covid-19 terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M. Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia, sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Berita Terkait :  Mengenal Tradisi Warisan Leluhur Gorontalo: Pasang Lampu Tumbilotohe