Perayaan Cap Go Meh 2021 di Gresik Jadi Ajang Silaturrahmi Umat Lintas Agama

    Berita Baru, Gresik – Masyarakat Thionghoa di Gresik berbagi makanan secara gratis dalam rangka perayaan tradisi Cap Go Meh di Klenteng Kim Hin Kiong, Jalan Setia Budi, Pulopancikan Gresik. Sedekah makanan lezat dan khas ini sebagai wujud syukur sekaligus penutup serangkaian Hari Raya Imlek.

    Selain itu, perayaan Cap Go Meh juga bisa dimaknai tali asih kepada sesama manusia, serta penanda pergantian musim dingin ke musim semi.

    Ketua TITD (Tempat Ibadat Tri Dharma) Kim Hin Kiong, The Ing Tiong atau Budi Prasetyo Tejo mengatakan, tradisi ini sudah ada sejak berabad-abad silam. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Cap Go Meh di tahun 2021 ini digelar sederhana lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19, pengunjung yang hadir pun dibatasi.

    “Tradisi Cap Go Meh ini sebagai penutup hari raya imlek, yakni tradisi warga Thionghoa, bisa dimaknasi merayakan berakhirnya musim dingin menuju musim semi, jadi kegembiraan ditumpah ruahkan. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 maka perayaan dibuat sederhana, pengunjung pun dibatasi dan bergantian,” kata dia.

    Dikatakan Budi, rangkaian perayaan Cap Go Meh sendiri diselenggarakan sejak pagi hingga malam. Demi mencegah kerumunan, pihak panitia sejak pagi mengatur pergantian umat yang hadir di Klenteng untuk beribadat.

    “Jadi kami batasi agar yang hadir di Klenteng tidak sampai ratusan orang, kita buat bergantian, protokol kesehatan juga kita terapkan sangat ketat,” ucapnya.

    Ia berharap, upacara dan sembahyang bersama umat di klenteng menjadi doa keselamatan bersama. Termasuk sebagai tolak bala, agar umat manusia seluruhnya selalu mendapatkan keamanan. 

    “Supaya corona berakhir dan para umat mendapatkan rezeki yang berlimpah. Kesehatan semuanya aman,” 

    Dalam perayaan Cap Go Meh ini juga turut hadir sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cinta Keberagaman (Formagam) Gresik. Hadir juga tokoh masyarakat yakni H. Mohammad Qosim yang baru saja purna tugas dari jabatan Wakil Bupati Gresik.

    “Semoga dengan adanya perayaan Cap Go Meh ini bisa lebih mempersatukan umat manusia, dan juga meminimalisir kegaduhan yang terjadi di Indonesia saat ini, kita semua berharap semuanya agar tetap rukun dan bersatu,” tutur Qosim.

    Sementara itu, Ketua Formagam Gresik, Djoko Pratomo mengungkapkan, perayaan Cap Go Meh bisa menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat persatuan antar umat beragama.

    “Tradisi ini bisa menjadi ajang silaturrahmi, sehingga kerukunan antar umat beragama semakin kuat,” terangnya.

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini