Berita

 Network

 Partner

Perancis Imbau Warganya Tidak Liburan Ke Luar Negeri
Presiden Perancis Emmanuel Macron (Foto:Britanica)

Perancis Imbau Warganya Tidak Liburan Ke Luar Negeri

Berita Baru, Internasional – Jumlah kasus COVID-19 dunia mencapai 5.491.194, dimana 346.331 diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Hal itu sebagaimana dilansir oleh kanal publik worldometers.info pada 24 Mei 2020 pukul 23.04 GMT atau 25 Mei 2020 pukul 06.04 WIB.

Di Perancis jumlah kasus kumulatif mencapai 182.584, dan jumlah meninggal dunia sebanyak 28.367 orang, yang menempatkan negara tersebut di urutan ke tujuh dunia.

Dalam 24 terakhir, jumlah kasus baru sebanyak 115 dan kematian baru 35 orang. Jumlah ini terus turun dibandingkan sebulan sebelumnya.

Awal bulan ini, Presiden Emmanuel Macron mengatakan belum akan mengizinkan warganya melakukan perjalanan wisata musim panas ini ke luar negeri, dan bahkan perjalanan di Eropa pun mungkin masih harus dibatasi untuk mengurangi risiko kebangkitan epidemi virus corona.

Berita Terkait :  Update Covid-19 Global: 1,1 Juta Terinfeksi, 59.141 Meninggal

Reporter Reuters Geert De Clercq melaporkan bahwa Menteri Lingkungan Hidup Perancis, Elisabeth Borne tidak ingin warganya melakukan perjalanan ke luar negeri musim panas ini dan merekomendasikan mereka mengambil liburan mereka di dalam negeri.

Selain itu, Borne juga mengatakan bahwa minggu depan pemerintah akan memutuskan kemungkinan melonggarkan aturan tentang perjalanan domestik Prancis, yang saat ini dibatasi hingga maksimum 100 kilometer dari rumah.

Meskipun begitu Borne masih menegaskan bahwa taman Paris harus tetap ditutup untuk saat ini, karena ibu kota masih termasuk “zona merah” untuk sirkulasi virus.

Sementara itu Walikota Paris Anne Hidalgo telah berulang kali meminta pemerintah untuk membuka kembali taman Paris.

Berita Terkait :  Covid-19 Global: 20,6 Persen dari 1,3 Juta Kasus Berhasil Sembuh

Ia beralasan karena warga Paris, yang sebagian besar tinggal di apartemen tanpa kebun, cenderung berkumpul di sekitar kediamannya, tanpa menerapkan protokol social distancing.