Pengusiran Uung Berbuntut Panjang, IKPM Muba Gugat Bupati Dodi

    Berita Baru, Yogyakarta – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Musi Banyuasin (IKPM Muba) Yogyakarta kembali menggelar aksi mengecam tindakan intimidatif dan pengusiran paksa Uung Febri dari Asrama karena dianggap menjadi provokator pada aksi tolak program rekreasi pejabat berkedok silaturhmi di Hotel Sheraton Yoyakarta Minggu (17/11) beberapa waktu lalu.

    Aksi damai tersebut digelar di Asrama Ranggonang Yogyakarta, Senin (2/12). Dalam aksi tersebut disampaikan beberapa tuntutan diantaranya meminta Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mencabut surat pengusiran Uung Febri dari Asrama dan Mengecam gaya kepemimpinan otoriter Bupati yang anti kritik.

    “inallilahi wa inailaihi rojiun telah meninggalnya hati nurani pemda Muba. Di sini kami mahasiswa menuntut hak kita yang sudah dikebiri oleh pemerintah. Sahabat kita yang menyampaikan aspirasinya di usir dari asrama, dengan kekuasaannya pemerintah telah mendiskriminasi sahabat kita. Maka, kami menuntut pemerintah mencabut surat pengusiran tersebut. Apakakah kawan-kawan sepakat? Sepakat teriak masa aksi,” Tegas Kordinator Aksi Risa Febriana.

    Risa Febriana yang juga Ketua Umum IKPM Muba Yogyakarta kembali menagih janji Bupati Dodi Reza Alex yang hanya umbar janji ketika tahun 2017 ingin melanjutkan program beasiswa kepada mahasiswa Jogja tapi sampai saat ini tidak direalisasikan.

    “Kepada Bapak Dodi, stop untuk pencitraan saja. Tahun 2017 bapak pernah berjanji akan melanjutkan program beasiswa bahkan bapak berjanji akan menaikan nominal beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa, tapi sampai saat ini itu hanya janji-janji manis belaka,” ungkap mahasiswi asal Kecamatan Keluang ini.

    Berita Terkait :  Demo Pemkab Muba, Mahasiswa Dikeluarkan dari Asrama

    Dalam aksi damai tersebut sempat terjadi dorong-dorongan antara polisi dengan masa aksi ketika masa aksi akan membakar ban bekas sebagai bentuk pengecaman terhadap kebijakan otoriter Pemkab Muba.

    Tinggalkan Balasan