Pengadilan Kanada Putuskan Huawei Bersalah, Kedubes China: Kanada adalah Kaki Tangan AS untuk Menjatuhkan Kesuksesan China

Huawei Kanada
(Foto: Sputnik/Alexei Druzhinin)

Berita Baru, Internasional – Pada hari Rabu (27/5), Supreme Court of British Columbia (BCSC) atau Mahkamah Agung British Columbia yang berbasis di Kanada telah memutuskan sidang terkait kasus kepala keuangan Huawei Kanada Meng Wanzhou.

Persidangan tersebut dipimpin oleh hakim Heather Holmes.

Heather Holmes memutuskan bahwa tuduhan yang diberikan kepada Meng Wanzhou oleh pengadilan federal AS juga menjadi kejahatan di Kanada. Dengan keputusan itu, maka kemungkinan Meng Wanzhou akan diekstradisi ke AS untuk melanjutkan sidang kasusnya di AS.

Menanggapi putusan itu, Huawei Kanada mengeluarkan pernyataan dan merasa kecewa atas keputusan tersebut.

“Huawei kecewa dengan putusan hari ini oleh BCSC, kami telah berulang kali menyatakan keyakinan Huawei pada tidak bersalahnya Ms. Meng,” ujar Huawei Kanada dalam pernyataannya via Twitter pada hari Rabu.

“Huawei terus berdiri dengan Mr. Meng dalam usahanya mencari keadilan dan kebebasan,” imbuh cuitan Huawei Kanada.

Selain itu, Huawei Kanada juga berharap bahwa sistem peradilan Kanada pada akhirnya akan membuktikan Meng tidak bersalah.

Berita Terkait :  Perusahan Telokomunikasi Brasil Tolak Bahas Peluncuran 5G dengan Pejabat AS

“Pengacara Meng akan terus bekerja tanpa lelah untuk mencari keadilan,” tegas Huawei Kanada.

Di tahun 2018 akhir, pengadilan federal AS mengajukan tuntutan terhadap Meng Wanzhou atas tuduhan penipuan. Tuduhan tersebut berasal dari dugaan hubungan bisnis afiliasi Huawei Skycom Iran. Adanya hubungan afiliasi itu, berarti melanggar sanksi yang diberikan oleh AS terhadap Iran.

Secara khusus, Meng Wanzhou dituduh menipu Hong Kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) dengan salah menggambarkan hubungan antara China dengan Huawei Skycom.

Lalu pada Desember 2018, Meng Wanzhou ditangkap di Bandara Internasional Vancouver Kanada pada Desember 2018.

Akan tetapi, terkait dengan putusan hakim terhadap Meng Wanzhou, Pengadilan Tertinggi Provinsi (provincial supreme court) mengatakan bahwa Menteri Kehakiman Federal Kanada masih bisa menolak atau menangguhkan dalam mengekstradisi dia ke AS untuk diadili.

Sementara itu, pada hari Rabu (27/5), Kedutaan Besar China di Kanada mengecam keputusan pengadilan. Pihaknya menyebut Kanada sebagai ‘kaki tangan’ dalam rencana AS untuk menghancurkan kesuksesan perusahaan teknologi China.

Berita Terkait :  Raksasa Telekomunikasi China Diboikot AS

“Pada tanggal 27 Mei, Mahkamah Agung British Columbia Kanada membuat putusan tentang apa yang disebut masalah ‘kriminalitas ganda’ dalam kasus warga negara Tiongkok Meng Wanzhou. Disimpulkan bahwa permintaan ekstradisi Amerika Serikat sesuai dengan prinsip-prinsip mengenai ‘kriminalitas ganda.’ China dengan ini menyatakan ketidakpuasan yang kuat dan oposisi yang kuat terhadap keputusan ini, dan telah membuat representasi serius dengan Kanada,” demikian bunyi pernyataan dari juru bicara Kedutaan Besar China di Kanada.

Kedutaan Besar China di Kanada juga menuduh AS dan Kadana telah menyalahgunakan perjanjian ekstradisi bilateral dan secara sewenang-wenang mengambil tindakan terhadap Meng Wanzhaou. Dan tindakan itu secara serius melanggar hak dan kepentingan sah dari warga negara Tiongkok.

Berita Terkait :  Huawei Mendapat Pemasok Chip Baru, Produsen Chip Terbesar AS Qualcomm Terancam Digeser

“Tujuan Amerika Serikat adalah untuk menjatuhkan Huawei dan perusahaan teknologi besar milik China lainnya, dan Kanada telah bertindak dalam prosesnya sebagai kaki tangan Amerika Serikat. Seluruh kasus sepenuhnya merupakan insiden politik yang serius,” tuduh Kedubes China.


SumberSputnik News
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

twelve + eight =