Pengadilan Brazil Bebaskan Mantan Presiden Lula da Silva

Berita Baru, Internasional – Mantan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, yang menjabat antara tahun 2003 dan 2010 dinyatakan bersalah pada tahun 2017 karena menerima apartemen mewah berlantai tiga di tepi pantai dari perusahaan konstruksi OAS Brazil.

Hal tersebut diberikan sebagai imbalan karena telah membantu OAS dalam mendapatkan kontrak yang menguntungkan dari Petrobras.

Pada hari Kamis. Mahkamah Agung Brazil memilih untuk membatalkan putusan yang mengharuskan da Silva dihukum penjara setelah kehilangan banding pertama mereka, AFP melaporkan.

Putusan itu diduga bisa membuka jalan bagi mantan presiden Brasil untuk dibebaskan.

Sementara itu, tim pertahanan mantan presiden Brazil sedang mencari pembebasan segera untuk Lula da Silva, kata AFP.

Dilansir dari Sputnik News, Jumat (8/11) Lula da Silva awalnya dijatuhi hukuman 9,5 tahun penjara. Setelah pengadilan menolak banding Lula pada tahun 2018, hukuman penjara mantan presiden diperpanjang hingga 12 tahun dan satu bulan.

Pada akhir April, pengadilan Brazil mengurangi hukuman penjara Lula menjadi delapan tahun dan 10 bulan, dengan kemungkinan dipindahkan ke tahanan rumah akhir tahun ini.

Petrobras telah berada dalam serentetan skandal korupsi sejak 2014. Bistis tersebut terungkap membayar lebih dari $ 2 miliar dalam bentuk suap untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan minyak dan mendapatkan proyek yang kemudian meningkatkan biaya.

Skandal itu memicu penyelidikan besar-besaran dan ketidakpuasan publik.

Berita Terkait :  Masyarakat Adat Brazil Lawan Kebijakan Presiden Bolsonaro

Pada bulan September, Kantor Kejaksaan Brazil mengajukan dakwaan baru terhadap Lula da Silva dan saudaranya, Frei Chico, dalam kasus korupsi yang terkait dengan Petrobras.

Secara khusus, menurut penuntutan, dari tahun 2003 hingga 2015 Chico menerima pembayaran dari perusahaan konstruksi Odebrecht, salah satu kontraktor utama raksasa energi Brazil Petrobras, dengan jumlah lebih dari $ 274 juta.

Pembayaran ini ditawarkan kepada Lula da Silva dengan imbalan berbagai manfaat untuk Odebrecht, kata jaksa penuntut. Namun, sebagai sebuah pembelaan, Lula menolak tuduhan baru itu.

Sumber : Sputnik News

Tinggalkan Balasan