Berita

 Network

 Partner

Penelitian: Smartwatches Bisa Jadi Alternatif Deteksi COVID-19
Penelitian sarankan teknologi smartwatches dikembangkan untuk deteksi Covid-19

Penelitian: Smartwatches Bisa Jadi Alternatif Deteksi COVID-19

Berita Baru, Inovasi – Saat ini, pada dasarnya ada satu-satunya cara untuk mendeteksi atau menguji seseorang terinfeksi virus corona (COVID-19)  atau tidak adalah dengan melakukan tes di rumah sakit atau fasilitas kesehatan publik lainnya.

Masalahnya dengan tes ini seseorang harus pergi ke klinik atau rumah sakit dan kemudian harus menunggu hasilnya. Untuk itu sebuah penelitian dilakukan untuk menemukan cara bagaimana mendeteksi virus corona dalam tubuh secara pribadi dari rumah sendiri.

Dilansir dari laman Ubergizmo, menurut sebuah penelitian terbaru yang disebut Warrior Watch, menyarankan bahwa teknologi yang terpasang dalam sebuah jam tangan pintar atau smartwatches  sebenarnya dapat dikembangkan untuk memiliki kemampuan mendeteksi apakah seseorang mungkin terinfeksi atau tidak bahkan sebelum gejalanya muncul.

Berita Terkait :  Segera, TikTok Akan Perpanjang Durasi Video Hingga Lima Menit

Rob Hirten, seorang penulis dan juga asisten profesor kedokteran di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York berkata, “Tujuan (penelitian) kami adalah menggunakan alat untuk mengidentifikasi infeksi pada saat infeksi atau sebelum orang tahu bahwa mereka sakit.”

Sebagaimana dilaporkan CBS MoneyWatch, Hirten mengatakan, “Kami sudah tahu bahwa penanda variabilitas detak jantung berubah seiring berkembangnya peradangan dalam tubuh, dan Covid adalah peristiwa peradangan yang luar biasa. Ini memungkinkan kami untuk memprediksi bahwa orang terinfeksi sebelum mereka menyadarinya. “

“Ini dilakukan dengan melihat detak jantung pemakainya, di mana penelitian menunjukkan bahwa pasien yang terinfeksi virus corona mengalami variabilitas detak jantung yang lebih rendah, yang berarti hanya ada sedikit variasi waktu antara detak jantung,” tambah Hirten, dikutip Berita Baru, Sabtu (16/1/21).

Berita Terkait :  Inovasi Kabel Pengisi Daya “Anti Rusak” dari Apple

Meskipun demikian, para peneliti mengatakan hal tersebut tetaplah bukan diagnosis pasti. Akan profesor Universitas Stanford Michael Snyder berkata pengembangan teknologi tersebut tetap akan membawa dampak baik bagi setiap orang untuk mengetahui kondisi tubuhnya lebih awal sebelum dampaknya lebih buruk.

Selain hal tersebut juga dapat menjadi alternatif dari tes kesehatan yang tidak dapat dilaksanakan sepanjang waktu. Sedangkan jam tangan pintar dapat dikenakan dan mendeteksi kondisi tubuh setiap waktu.

“Masalah [dengan pengujian] adalah Anda tidak dapat melakukannya pada orang sepanjang waktu, sedangkan perangkat ini mengukur Anda 24/7. Jam tangan pintar memberikan Anda kembali datanya secara langsung, dalam waktu nyata, sedangkan jika Anda beruntung, Anda akan mendapatkan pengujian kembali dalam beberapa hari,” jelas Profesor Snyder.

Berita Terkait :  Inovasi Baru: Dengan ShadowCast Kini Konsol Game Bisa Dimainkan di Laptop