Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Penelitian: Covid-19 Tidak Dapat Menular Melalui Hubungan Intim
(Foto: Dream.co.id)

Penelitian: Covid-19 Tidak Dapat Menular Melalui Hubungan Intim



Berita Baru, Internasional – Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan pada Jumat (24/4) di jurnal Fertility and Sterility mengungkapkan bahwa meski coronavirus atau COVID-19 dapat dengan mudah ditularkan melalui batuk, namun kemungkinan besar virus tidak dapat ditularkan secara seksual. Berbeda dengan penyakit menular lainnya seperti Ebola dan Zika.

Dalam studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di AS dan China itu, para peneliti tidak menemukan bukti SARS-CoV-2 – virus yang menyebabkan COVID-19 – dalam sperma 34 pria dewasa Tiongkok yang telah dites positif terkena virus sekitar sebulan sebelumnya.

“SARS-CoV-2 tidak terdeteksi dalam air mani pasien yang pulih dari COVID-19 satu bulan setelah diagnosis COVID-19. Efek jangka panjang dari SARS-CoV-2 pada fungsi reproduksi pria masih belum diketahui.” Para peneliti juga melakukan tes tambahan yang menentukan bahwa SARS-CoV-2 tidak mungkin menginfeksi sel testis manusia.

Namun demikian, penelitian itu tidak cukup komprehensif  untuk sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan bahwa virus dapat ditularkan melalui hubungan seks, berdasarkan catatan rilis tersebut. Dilansir dari Sputnik News, Kamis (30/4).

“Fakta bahwa dalam penelitian ini, tampaknya virus yang menyebabkan COVID-19 tidak muncul di testis atau air mani bisa menjadi temuan penting,” kata penulis bersama Dr. James M. Hotaling dari University of Utah Health dalam rilis berita 22 April.

 “Jika penyakit seperti COVID-19 menular secara seksual, ia dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan reproduksi jangka panjang pria.”

“Bisa jadi bahwa seorang pria yang sakit kritis dengan COVID-19 mungkin memiliki viral load yang lebih tinggi, yang dapat mengarah pada kemungkinan lebih besar menginfeksi air mani. Kami hanya tidak memiliki jawaban untuk itu sekarang.” Hotaling menjelaskan.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan besar virus tidak dapat ditularkan melalui hubungan seks, tetapi masih dapat menyebar melalui kontak intim lainnya seperti berciuman.